Tahun Baruan Yukk…

>> Rabu, Desember 31, 2008

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
Wahai saudara – saudaraku yang aku sayangi, kasihi, dan aku cintai. Kali ini ada suatu idea (bacanya: pake logat England lho) yang mungkin bisa menjadi masukan yang berarti bagi loe – loe yang cocok dengan hal ini. Kali ini kita bahas sesuatu yang tentang hal – yang baru. Kalau denger – denger, ini kan mendekati pergantian tahun dan akan menjalani tahun yang baru, entah tahun baru Hijriah ataupun tahun baru Masehi, ehh tahun hijriah udah ganti dengan yang baru yaa.. Nahh gimana kalo bahas Tahun Baru Masehi aja?? OK kita bahas yang ini yaa..
Kita masuk pada hal yang baru. We start now!
Wahai saudara – saudaraku yang aku sayangi, kasihi, cintai, dan aku banggakan. Sebentar lagi kita pasti aka nada acara menyambut pergantian tahun yang baru, tahun yang akan kita tempuh pada yang akan datang. Untuk acara penyambutan waktu pergantian tahun marilah kita rayakan. Uppss… salah ketik, yang bener itu marilah kita lakukan hal – hal yang bermanfaat bagi kita dan orang – orang disekeliling kita bahkan untuk kehidupan kita di masa sekarang ataupun masa yang akan datang, yang telihat dan paling penting adalah masa yang akan kita jalani 1 tahun ke depan.
Wahai saudaraku yang seiman, maka tolong dengarkanlah sesuatu hal yang sepele ini akan tetapi akan bermanfaat bagi loe, insya Allah. Sekali lagi, aku akan member nasehat pada saudara – saudaraku yang aku sayangi, kasihi, cintai, banggakan, dan aku hormati, aku ingin kalin wajai saudara – saudaraku muslimin dan muslimat dimanapun engkau berada (kaya orang ceramah di tivi aja yach), kita pergunakan acara pergantian tahun yang baru imi dengan hal – hal yang baik dan bermanfaat. Contohnya dengan memperbanyak berdo’a kepada Allah Yang Maha Kuasa, dengan kita memperbanyak do’a kepada Allah, maka semakin besar kesempatan kita agar do’a kita terkabulkan. Hal – hal yang kurang baik dan tidak berguna bias kita kurangi seminimal mungkin. Missal: begadang sampai malam tidak ada tujuan yang pasti, nahh.. inilah yang dimaksud dengan kegiatan kegiatan yang tidak bermanfaat sama sekali. Beda persepsinya kalo nanti begadang dengan tujuan menghafidz Al – Qur’an dan terjemahannya. Hal ini tentu pasti akan sangat bermanfaat bagi kehidupan kita di dunia dan akhirat yang kekal kelak.



Mari kita buat perubahan kecil yang akan menjafdi sebuah sejarah baru untuk dunia kita nanti. Seperti membuang sampah itu kalo tidak diawali oleh seorang yang penting atau dari anak kecil yan gmungkin kita remehkan, maka hal yang kecil ini tadi tidak akan menjadi suatu perubahan yang sangat besar bagi kehidupan anak cucu kita kelak. Seperti yang diakatakan oleh sebuah iklan di tivi yang pernah aku lihat bahwa, “Tidak aka nada perubahan yang terjadi jika tidak diawali oleh diri sendiri.” Bila kita bertindak dimulai dari diri kita sendiri, maka tanpa disuruh orang yang sadar akan perbuatan kita akan menjadi tegugah jiwanya dan akan menirukan apa yang kita laukan. Betapa besar perubahan yang kita lakukan dan betapa besar pahala yang akan kita dapat. Suhanallah…
Wahai saudara – saudaraku yang seiman, janganlah engkau menenggelamkan umat yang dikasihi Rasulullah SAW ke dalam lembah nista dan hina dengan menggunakan perbuatan – perbuatan yang tidak bermanfaat sama sekali. Mari kita lakukan perbuatan yang bermanfaat bagi kita dan orang lain bahkan untuk semuanya. Kaya’ stasiun televise swasta yang motto-nya “Satu untuk semua..” yaitu stasiun tivi SCTV.
Untuk itu hal pertama kali yang harus kita lakukan adalah mengoreksi diri kita wahai saudara – saudaraku. Kita mulai koreksi kekurangan kita, kesalahan – kesalahan kita, dan hal – hal yang telah kita lakukan selama 1 tahun ini. Karena hanya dengan hal inilah yang akan menentukan arah kita pada masa yang akan datang. Dan hal yang berikutnya adalah merenungi perbuatan yang telah kita lakukan pada 1 tahun yang lalu itu sudah bermanfaat bagi kita dan untuk semua atau belum, paling tidak sudah bermanfaat bagi kita sendiri minimal.
Wahai saudara – saudaraku akankah waktu 1 tahun ini menjadi terbuang percuma dengan hal – hal yang tidak berguna sama sekali. Seperti yang dijelaskan pada sebuah buku yang aku baca bahwa, ”Kamu tidak akan merasa rugi jika kehilangan waktu 5 menit untuk menunggu atau melakukanhal yang tidak berguna dalam sehari, akan tetapi jika waktu yang hanya 5 menit itu dikalkulasikan dalam seminggu atau sebulan bahkan setahun, maka akan baru terasa sebuah kerugian yang besar buat kita.” Kemudian orang mengatakn bahwa, “Waktu adalah uang.” Tapi ternyata pernyataan tersebut adalah salah besar karena uang masih bisa diganti dengan barang yang lain. Akan tetapi waktu lebih berharga daripada hal tersebut, yakni uang. Hasan Al Banna telah menyebutkan bahwa, “Waktu adalah kehidupan.” Dan menurut peikiranku hal ini benar apa adanya. Waktu lebih berharga daripada uang, emas, dan barang – barang berharga yang lainnya, sehingga sama berharganya dengan kehidupan kita. Ingat sebuah kalimat “Kesempatan tidak akan datang dua kali.”?? Begitu juga kehidupan, dia tidak akan datang dua kali. Dan waktu akan berjalan maju terus pantang untuk diundur. Itu adalah motto dari waktu itu sendiri. Sebagaimana disebutkan dalam Al – Qur’an surat Al A’raaf ayat ke 34 :
 •           
Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu. Maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.

Nahh saudara – saudaraku muslim, itu tadi masalah berharganya waktu bagi kehidupan kita. Dan sekarang yang terdekat adalah tahu yang baru, tahun yang akan kita lewati dengan hal – hal baru yang kita tidak tahu sama sekali.
Sekarang steps selanjutnya adalah memikirkan apa yang akan harus kita capai pada tahun yang baru ini. Mau kemanakah arahnya tahunyang baru ini akan kita buat?? Itu akan kita tentukan mulai dari sekarang juga. Kita rencanakan sejak awal tahun dari sekarang kita tentukan hal – hal yang kita perbuat di tahun yang baru nanti. Kita bisa membuat schedule untuk setahun kedepan. Seperti buku tahunan gitu lho.. pergunakanlah satu malam ini dengan sebaik – baiknya jangan menjadi malam tidak ada gunanya sama sekali dengan hanya hura – hura saja, tapi dengan hal yang berguna. Oke, hura – hura jua boleh asalkan kita dapat mengaturnya untuk sedemikian waktu. Karena itu juga merupakan sebuah refreshing untuk menyegarkan pikiran kita agar pada tahun yang baru nanti kita dapat melakukan yang lebih baik.
Cukup sekian aja yahh my friends.. Mungkin ini bisa menjadi sebuah masukan atau saran yang masuk akal dan bisa menjadi pertimbangan kalian wahai saudara – saudaraku..
Wassalamu’alaikkum warahmatullahi wabarakatuh…

Read more...

Hakikat Percintaan dalam Islam





Assalamua'laikum sahabat,
Mari kita renungkan suasana disekitar kita pada hari ini. Berbagai kejadian yang terjadi pada manusia dapat kita saksikan. Oleh karena ini maka timbullah juga berbagai gejala yang kurang sehat bahkan banyak yang bertentangan dengan syar’iat Islam yang sesungguhnya. Merajalelanya berbagai masalah ini sudah menjadi suatu aktivititas rutin orang-orang disekitar kita. Bahkan ada segolongan kaum yang menganggap perkara ini adalah sesuatu yang bersifat 'harus' dilakukan atau dengan kata lain sering disekitar kita ini akan hilang tanpa adanya perkara yang sedemikian itu.

Amatlah sangat ditakuti sekiranya pemikiran-pemikran begini terus merajalela, sehingga suatu masa nanti ada yang bakal mengatakan bahwa “Ia tidak bertentangan dengan Islam”. Apa yang paling menyedihkan dan menduka-citakan lagi kebanyakkan 'pelakon-pelakon' ini terdiri dari kalangan yang mengaku diri mereka seorang 'muslim'.

Apa yang coba diketengahkan dalam tulisan ini ialah sebagian daripada kerusakan yang terdapat dalam alam persekitaran kita dan khususnya ruang di mana kita berada pada hari ini. Sama suka atau tidak, apa yang dapat kita saksikan pada hari ini, remaja sudah tergiur dengan keenakan hidangan dunia sehingga tidak sadar bahwa itu membahayakan bagi mereka. Salah satu permasalahan yang sering kita temui dan sudah menjadi suatu 'trend' bagi golongan remaja adalah 'percintaan' atau lebih akrabnya lagi dengan kata pacaran. Telah banyak kisah yang terdengar dibalik kalimat indah ini termasuklah keributan, keresahan, kerusakan dan kebejatan masyarakat yang timbul sehingga kadang kala ada yang rela nyawanya melayang atau rela akidahnya ternodai hanya kerana kalimat nan amat indah ini. Apa yang jelas dan pasti fenomena percintaan ini banyak kita jumpai dalam masyarakat kita.

Persoalannya, adalah Islam mempunyai ruang kebenaran untuk 'bercinta-cintaan' mengikut konsep muktahir yang dipegang oleh masyarakat kita ? Mari kita kembali kepada fakta utama yang menimbulkan permasalahan ini. Dari kajian secara dalam dan menyeluruh(al-fikrul al-mustanir) terhadap realita (waqi’ dapat dibuktikan bahwa pergaulan bebas adalah benih dari segala permasalahan di atas. Bagaimana pula pergaulan bebas ini boleh berlaku ? Jawaban bagi soalan ini seratus peratus berpuncak dari sistem yang kita agungkan pada hari ini yaitu sistem kapitalisme. Sama dengan kita sadar atau tidak, kita telah lama meninggalkan nidzamul ijtima'i secara Islami yang seharusnya menjadi landasan kita dalam menguruskan kehidupan ini dan bukannya sistem yang tempang ! Mengapa pula terjadinya jalinan kasih-sayang terhadap insan lawannya ? Kecenderungan menyukai insan yang berlawanan dengan kita adalah satu fitrah manusia yang mempunyai gharizah Al-nau' (naluri untuk mengadakan keturunan). Islam mengakui akan hal ini oleh itu Allah, Sang Pencipta yang berkuasa telah menggariskan beberapa peraturan untuk memenuhi gharizah ini.

Jalinan hubungan kasih sayang dalam konsep percintaan pada kondisi hari ini berlaku antara dua manusia lawan jenis disebabkan oleh standard (piawai) yang mereka gunakan untuk mengukur setiap perbuatan yang mereka lakukan bukan berdasarkan aqidah Islam dan konsep pergaulan yang mereka gunakan bukannya berdasar dari aqidah Islam. Oleh sebab itu, bagi mereka pendidikan seks adalah penyelesaian bagi mereka. Maka dari kajian realiti akan faktor yang mendorong kewujudan percintaan muktahir ini maka muncul pemahaman bahwa percintaan haram hukumnya. Sebagai seorang muslim, kita seharusnya mempunyai suatu standard tindak laku (miqyasul a'mal) yang jelas dalam melakukan sesuatu perbuatan yakni berdasarkan hukum syara' (Al-Quran dan Sunnah). Sebagai contoh, Rasulullah s.a.w telah bersabda:

"Janganlah sekali-kali berdua-duaan antara seorang lelaki dan seorang perempuan atau berpergian dengannya melainkan disertai muhrimnya" [Al-Hadith]

Sabda baginda lagi:
"Sungguh aku (Rasulullah) benar-benar mengetahui beberapa umatku, datang pada hari kiamat dengan membawa kebaikan sebesar perbuktian (yang nampak putih) lalu Allah menjadikannya berhamburan/berkecai sia-sia. Tsauban bertanya : Ya, Rasulullah jelaskan kepada kami sifat-sifat mereka, kerana kami khuatir termasuk seperti mereka sedang kami tiada menyedarinya. Jawab Rasulullah: Mereka adalah saudaramu yang melakukan ibadah di malam hari, tapi apabila mereka bersunyi-sunyi dengan yang diharamkan oleh Allah, mereka mengganggu kehormatannya" [Al-Hadith]

Dari kedua hadis tersebut maka sudah jelas pergaulan bebas antara lawan jenis walau apapun namanya termasuk 'adik angkat' tetap haram hukumnya. Juga dari hadis-hadis lain kita dapat menyimak bahawa para sahabat pada ketika itu sangat kuat keterikatannya terhadap hukum Islam, contohnya apabila disampaikan hal seperti hadis kedua tadi para sahabat akan segera bertanya kerana mereka khuatir mereka pernah melakukan perkara yang tidak sesuai dengan Islam tanpa disadari dan apabila telah dijelaskan mereka segera meninggalkan atau melaksanakan apa yang dituntut oleh Islam. Dari sinilah dapat dilihat bahwa kayu ukur bagi tindakan mereka adalah aqidah Islam yang tulen. Tapi, masihkah wujud keadaan demikian pada hari ini ? Adakah kita menjadikan aqidah Islam sebagai kayu ukur bagi tiap tindakan kita atau kita akan melakukan sesuatu itu berdasarkan manfaat yang bakal kita perolehi.

Apa yang nyata pada zaman perkembangan teknologi ini, segolongan para remaja muslim yang seharusnya mengikatkan diri mereka dengan aturan Islam memberikan reaksi yang sebaliknya apabila disampaikan bahwa percintaan/pacaran haram. Mereka tidak bersetuju dengan apa yang disampaikan karena mereka akan kehilangan 'manfaat' atau keindahan 'cinta' pada pandangan mereka. Kenapa ini terjadi ? Ini disebabkan oleh kedangkalan pemikiran mereka terhadap Islam dan menyebabkan remaja muslim terpesong dari jalur Islam sama dengan kita disadari atau tidak kerana mereka sering beranggapan percintaan itu dibolehkan dalam Islam bahkan dianjurkan.

Telah banyak kita dengar atau terbaca akan pengertian percintaan. Maka ada dua kemungkinan pengertian mengenai pacaran:-
• Perasaan seorang lelaki ingin mencintai perempuan atau sebaliknya.
• Dua insan yang lawan jenis yang saling mencintai.

Perlu diingat, kita seharusnya dapat membedakan kedua-dua pengertian di atas. Pengertian yang pertama di atas yakni perasaan untuk mencintai insan lawan jenis adalah masalah yang mendasar yang mempunyai kaitan erat dengan fitrah /kudrat manusia seperti yang telah dijelaskan awal penulisan ini. Allah telah menganugerahkan manusia naluri untuk meneruskan keturunan (salah satunya-menyukai kaum berlawanan jenis) atau dikenali dengan gharizah Al-Nau'. Ini merupakan salah satu naluri manusia dari yang tiga iaitu gharizah Al-baqa' (naluri untuk meneruskan kehidupan/mempertahankan), gharizah Al-Tadayyun (naluri untuk menyembah/beragama) dan gharizah Al-Nau'. Jadi adanya perasaan itu sememangnya sudah fitrah manusia dan perkara ini wajar dan tidak haram di sisi Islam. Firman Allah:

"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia berupa kecintaan pada apa yang diingini, yakni wanita…" [Ali-Imran: 14]

Persoalan berhubung bagaimana untuk meneruskan perasaan cinta itu adalah hak Islam(Allah) untuk mengaturnya. Sedangkan pengertian yang kedua pula berkaitan dengan pengungkapan dan perasaan cinta itu dengan berdua-duaan, saling berboncengan, saling berpandangan kemudian melangkah setapak lagi dengan berpegangan tangan dan yang paling kronis lagi berani berciuman dan sanggup menyerahkan ‘segalanya’ demi cinta mereka. Inilah yang haram menurut Islam. Islam sebagai satu sistem hidup/Ideologi/Mabda'/Deen yang lengkap telah mengatur pergaulan antara kaum yang berlainan jenis. Islam memerintahkan seorang lelaki atau perempuan agar menundukkan pandangan mereka (bukan berarti harus memalingkan muka atau tunduk) tetapi tunduk dalam arti kata menahan pandangan yang disertai syahwat, seperti yang tersebut pada firman Allah:

"Suruhlah orang-orang yang beriman menundukkan pandangannya dan memelihara kehormatannya…" [An-Nur : 31]

"Dan suruhlah wanita-wanita mukmin menundukkan pandangannya dan memelihara kehormatannya dan janganlah memamerkan kecantikannya kecuali bagian badan yang boleh kelihatan (muka dan telapak tangan) dan supaya menutup dadanya dengan kerudung(khimar)..."[ An Nur 31]

Dua kalimat perintah di atas menjelaskan di samping untuk menahan pandangan antara lelaki dan perempuan turut diperintahkan untuk menutup aurat baik lelaki atau perempuan. Memang tidak dinafikan sehingga hari ini masih ada golongan yang beranggapan bahawa memakai jilbab(pakaian labuh) dan khimar(tudung) merupakan satu perkara yang tidak modern atau ketinggalan zaman. Padahal perlu ditegaskan bahwa seorang muslimah selamanya akan berdosa jika tidak mengenakan jilbab dan khimar yakni menutup seluruh anggota tubuh kecuali muka dan tapak tangan. Adalah silap seandainya kita beranggapan berjilbab dan khimar itu sudah memadai tetapi sekiranya berpakaian ketat atau yang menampakkan lekuk tubuhnya sehingga boleh menimbulkan syahwat bagi yang memandangnya masih dikira tidak menutup aurat. Begitu juga seorang lelaki wajib menutup auratnya yang sebatas pusat dan lutut dan tidak boleh dilihat oleh orang lain kecuali muhrimnya. Juga selamanya seorang muslim akan terus berada dalam keadaan berdosa selama dia masih berada di bawah naungan 'percintaan'. Jadi di samping kita paham mengapa percintaan itu haram kita juga harus paham bahwa menutup aurat itu wajib hukumnya untuk kaum muslimin. Lalu ada yang berdalih bahwa untuk memahami calon suami atau isteri kita harus banyak bergaul (pacaran). Pernyataan ini dan yang seumpamanya merupakan pernyataan yang dibuat-buat dan hanya sebagai dalih untuk mengatakan percintaan itu dibenarkan dalam Islam. Adakah hanya dengan jalan ini sajalah kita dapat memahami peribadi seseorang ?

Seperti yang telah dinyatakan sebelum ini Islam itu suatu mabda' yang lengkap. Dalam Islam ikatan antara lelaki dan perempuan hanya ada dua yaitu pinang/tunang(khitbah) dan nikah. Jadi persoalan untuk memahami peribadi seseorang yang kita sukai itu boleh ditanyakan kepadanya(wanita) dengan niat yang benar-benar kuat untuk menikahinya. Akan tetapi wanita tetap harus disertai muhrimnya. Jadi, sekiranya alasan kerana tidak saling kenal mengenali peribadi yang disebabkan tiadanya proses percintaan akan menimbulkan salah faham atau seumpamanya, maka alasan tersebut merupakan alasan yang dicari-cari.

Meminang adalah cara Islam untuk suatu pernikahan. Menikah tidak dilakukan begitu sahaja tanpa pikir panjang, ada cara untuk mewujudkan dan meyempurnakan dengan meminang . Islam membolehkan orang yang meminang melihat yang dipinang dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Islam. Tetapi meminang itu sendiri bukanlah berarti sudah separuh resmi sebagai suami-isteri atau sebagai lesen untuk melakukan perkara-perkara yang boleh dilakukan seperti pasangan suami-isteri atau bebas dibawa ke sana-sini tanpa mengenal batas. Berhubung dengan tindakan melihat wanita yang dipinang, Rasulullah SAW telah bersabda kepada salah seorang sahabatnya yaitu Mughirah ibn Syu'bah:

"Pergilah dan lihatlah dia (calon isteri) kerana itu pantas agar menjadi dasar atau pedoman bagi kalian berdua" [Sunan Ibnu Majah, juz 1 hal 599]

Kesimpulannya, tidak ada ruang atau kebenaran yang menghalalkan proses percintaan apatah lagi dengan konsep percintaan mukhtahir ini. Sekali haram yang dikatakan dalam syara' maka selamanya haram. Hukum Islam tidak akan berubah disebabkan oleh perubahan waktu dan keadaan. Banyaknya perceraian bukanlah suatu hal yang boleh menghalalkan proses percintaan itu. Ia akan terus tetap haram. Tidak pernah akan berubah menjadi Halal. Penulisan ini diakhiri dengan suatu pertanyaan yang memerlukan jawaban yang ikhlas seikhlas-ikhlasnya, sudahkah kita sebagai seorang muslim yang mengaku beriman kepada Allah dan rasulNya mengikat diri kita dengan aturan Allah??

Read more...

Ikatan Hati




Assalamu’alaikum wahai saudaraku muslim,
Pada kesempatan kali ini saya akan membicarakan Ikatan Hati sesuai dengan judul yang tertera di atas. Ini merupakan sebuah pemikiran yang pantas dan sangat perlu untuk dipertimbangkan dan direnungkan untuk kehidupan kita selama ini.

“Ruh - ruh itu adalah tentara-tentara yang selalu siap siaga, yang telah saling mengenal maka ia (bertemu dan) menyatu, sedang yang tidak maka akan saling berselisih (dan saling mengingkari)”. (HR. Muslim)
Inilah karakter ruh dan jiwa manusia, ia adalah tentara-tentara yang selalu siap siaga, kesatuaannya adalah kunci kekuatan, sedang perselisihannya adalah sumber bencana dan kelemahan. Jiwa adalah tentara.

Allah yang sangat setia, ia hanya akan dapat diikat dengan kemuliaan Yang Menciptakanya,. Allah berfirman yang artinya:

“Dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada dibumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. 8:63)

Dan tiada satupun ikatan yang paling kokoh untuk mempertemukannya selain ikatan akidah dan keimanan. Imam Syahid Hasan Al Banna berkata:“Yang saya maksud dengan ukhuwah adalah terikatnya hati dan ruhani dengan ikatan aqidah. Aqidah adalah sekokoh-kokoh ikatan dan semulia-mulianya. Ukhuwah adalah saudaranya keimanan, sedangkan perpecahan adalah saudara kembarnya kekufuran”. (Risalah Ta’lim, 193)

Sebab itu, hanya dengan kasih mengasihi karena Allah hati akan bertemu, hanya dengan membangun jalan ketaatan hati akan menyatu, hanya dengan meniti di jalan dakwah ia akan berpadu dan hanya dengan berjanji menegakkan kalimat Allah dalam panji-panji jihad fi sabilillah ia akan saling erat bersatu dan tidak akan terpecah belah. Maka sirami taman persaudaraan ini dengan sumber mata air kehidupan sebagai berikut:

1. Sirami dengan mata air Cinta dan Kasih Sayang

Kasih sayang adalah fitrah dakhil dalam jiwa setiap manusia, siapapun memilikinya sungguh memiliki segenap kebaikan dan siapapun yang kehilangannya sungguh ditimpa kerugian. Ia menghiasi yang mengenakan, dan ia menistakan yang menanggalkan. Demikianlah pesan-pesan manusia yang agung akhlaqnya menegaskan. Taman persaudaraan ini hanya akan subur oleh ketulusan cinta, bukan sikap basa basi dan kemunafikan. Taman ini hanya akan hidup oleh kejujuran dan bukan sikap selalu membenarkan. Ia akan tumbuh berkembang oleh suasana nasehat menasehati dan bukan sikap tidak peduli, ia akan bersemi oleh sikap saling menghargai bukan sikap saling menjatuhkan, ia hanya akan mekar bunga-bunga tamannya oleh budaya menutup aib diri dan bukan saling menelanjangi. Hanya ketulusan cinta yang sanggup mengalirkan mata air kehidupan ini, maka saringlah mata airnya agar tidak bercampur dengan iri dan dengki, tidak keruh oleh hawa nafsu, egoisme dan emosi, suburkan nasehatnya dengan bahasa empati dan tumbuhkan penghargaannya dengan kejujuran dan keikhlasan diri. Maka niscaya ia akan menyejukkan pandangan mata yang menanam dan menjengkelkan hati orang-orang kafir (QS.48: 29).

2. Sinari dengan cahaya dan petunjuk jalan

Bunga-bunga tamannya hanya akan mekar merekah oleh sinar mentari petunjuk-Nya dan akan layu karena tertutup oleh cahaya-Nya. Maka bukalah pintu hatimu agar tidak tertutup oleh sifat kesombongan, rasa kagum diri dan penyakit merasa cukup. Sebab ini adalah penyakit umat-umat yang telah Allah binasakan. Dekatkan hatimu dengan sumber segala cahaya (Al Qur’an) niscaya ia akan menyadarkan hati yang terlena, mengajarkan hati yang bodoh, menyembuhkan hati yang sedang sakit dan mengalirkan energi hati yang sedang letih dan kelelahan. Hanya dengan cahaya, kegelapan akan tersibak dan kepekatan akan memudar hingga tanpak jelas kebenaran dari kesalahan, keikhlasan dari nafsu, nasehat dari menelanjangi, memahamkan dari mendikte, objektivitas dari subjektivitas, ilmu dari kebodohan dan petunjuk dari kesesatan. Sekali lagi hanya dengan sinar cahaya-Nya, jendela hati ini akan terbuka. Sebagaimana telah disebutkan dalam Al Qur’an :
“Maka apakah mereka tidak merenungkan Al Qur’an ataukah hati mereka telah terkunci”. (QS. Muhammad 47:24)

3. Bersihkan dengan sikap lapang dada

Minimal cinta kasih adalah kelapangan dada dan maksimalnya adalah itsar ( mementingkan orang lain dari diri sendiri) demikian tegas Hasan Al Banna. Kelapangan dada adalah modal kita dalam menyuburkan taman ini, sebab kita akan berhadapan dengan beragam tipe dan karakter orang, dan “siapapun yang mencari saudara tanpa salah dan cela maka ia tidak akan menemukan saudara” inilah pengalaman hidup para ulama kita yang terungkap dalam bahasa kata untuk menjadi pedoman dalam kehidupan. Kelapang dada akan melahirkan sikap selalu memahami dan bukan minta dipahami, selalu mendengar dan bukan minta didengar, selalu memperhatikan dan bukan minta perhatian, dan belumlah kita memiliki sikap kelapangan dada yang benar bila kita masih selalu memposisikan orang lain seperti posisi kita, meraba perasaan orang lain dengan radar perasaan kita, menyelami logika orang lain dengan logika kita, maka kelapangan dada menuntut kita untuk lebih banyak mendengar dari berbicara, dan lebih banyak berbuat dari sekedar berkata-kata. Dalam sebuah hadith disebutkan bahwa :
“Tidak sempurna keimanan seorang mukmin hingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya”. ( HR. Bukhari Muslim)

4. Hidupkan dengan Ma’rifat

Hidupkan bunga-bunga di taman ini dengan berma’rifat kepada Allah dengan sebenar-benar ma’rifat, ma’rifat bukanlah sekedar mengenal atau mengetahui secara teori, namun ia adalah pemahaman yang telah mengakar dalam hati karena terasa oleh banyaknya renungan dan tadabbur, tajam oleh banyaknya dzikir dan fikir, sibuk oleh aib dan kelemahan diri hingga tak ada sedikitpun waktu tersisa untuk menanggapi ucapan orang-orang yang jahil terlebih menguliti kesalahan dan aib saudaranya sendiri, tak ada satupun masa untuk menyebarkan informasi dan berita yang tidak akan menambah amal atau menyelesaikan masalah terlebih menfitnah atau menggosip orang. Hanya hati-hati yang disibukkan dengan Allah yang tidak akan dilenakan oleh Qiila Wa Qaala (banyak bercerita lagi berbicara) dan inilah ciri kedunguan seorang hamba sebagaimana yang ditegaskan Rasulullah apabila ia lebih banyak berbicara dari berbuat, lebih banyak bercerita dari beramal, lebih banyak berangan-angan dan bermimpi dari beraksi dan berkontribusi. Dalam sebuah hadith dikatakan bahwa :
“Diantara ciri kebaikan Keislaman seseorang adalah meninggalkan yang sia-sia”. ( HR. At Tirmidzi).

5. Tajamkan dengan cita-cita Kesyahidan

“Pasukan yang tidak punya tugas, sangat potensial membuat kegaduhan.” Hal inilah pengalaman medan para pendahulu kita untuk menjadi sendi-sendi dalam kehidupan berjamaah ini. Kerinduan akan syahid akan lebih banyak menyedot energi kita untuk beramal dari berpangku tangan, lebih berkompetisi dari menyerah diri, menyibukkan untuk banyak memberi dari mengoreksi, untuk banyak berfikir hal-hal yang pokok dari hal-hal yang cabang. Ada hadith yang menyebutkan bahwa :
“Dan barang siapa yang meminta kesyahidan dengan penuh kejujuran, maka Allah akan menyampaikannya walaupun ia meninggal diatas tempat tidurnya”. ( HR. Muslim)

“Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah bersatu berkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepadaMu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru (dijalan)-Mu, dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu, maka kuatkanlah ikatan pertaliannya, ya Allah, abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tidak pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakkal kepada-Mu, hidupkanlah dengan ma’rifat-mu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong”.

Amin…

Begitulah wahai saudaraku. Betapa besar keagungan Allah, betapa besar pemberian Allah, dan betapa besar anugrah yang diberikan Allah pada kita selaku hamba-Nya. Akan tetapi, mengapa masih banyak dari saudara-saudara kita yang belum menyadari akan hal tersebut. Masih banyak dari mereka menggunjing saudaranya, masih banyak mereka membuka aib saudaranya, dan masih banyak dari mereka yang tidak memahami dan mengenal saudaranya. Subhanallah…
Di akhir kata pada kesempatan kali ini saya hanya bisa berharap dan mengaharapkan semua saudara-saudaraku sadar akan kekeliruan semua ini.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Read more...

Cinta Bukanlah Coklat

>> Jumat, Desember 26, 2008

Hari-hari gene nggak sedikit remaja ngerubung mal en toko-toko suvenir. Nggak sekadar window shopping atau cuci mata, mereka udah megang duit untuk beli kartu cinta, setangkai kembang, en sebatang coklat. Tiga barang itu emang udah lengket banget dengan V-Day dan tanda kasih sayang. Ya iyalah!
Anak-anak umat Islam udah banyak yang nggak mikir lagi gimana sejarahnya V-Day apalagi soal boleh nggaknya kita-kita yang muslim ikut terjun ngerayainnya. Pokoknya seru, bisa berkasih sayang, bisa ekspresikan rasa cinta, dan pastinya dapat something special dari someone yang dicintai. Huhuy!
Nggak ragu lagi
Udah deh, kita udah sering banget ngebahas soal sejarah V-Day itu. Banyak banget hal-hal yang dateng dari luar Islam. Ada campuran mitologi bangsa Yunani dan agama Kristen. Ada si Cupid, dewa asmara, yang bersayap en terbang ke mana-mana bawa panah amor (cinta). Si Cupid ini konon ngebidik pria en wanita biar jatuh cinta.
And so on dalam sejarahnya, V-Day juga identik dengan budaya Nasrani. Yang katanya ada pendeta bernama St. Valentine yang menikahkan secara diam-diam para pemuda dan pemudi padahal dibawah ancaman kekaisaran Romawi.
Belum lagi aneka budaya ekspresi cinta yang macam-macam di hari Valentine. Termasuk yang nekatz ngelakuin seks pranikah on Valentine. Aduh, biyung!
Jadi, mau apalagi? Dilihat dari sana en sini V-Day itu nggak bisa dihalalkan. Kelewat banyak yang haramnya, lho! Mulai dari menyerupai orang kafir, merayakan hari raya mereka, sampai ekspresi cinta dan kasih sayang yang nggak syar’i. Allah Swt. berfirman:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِنْ تُطِيعُوا فَرِيقًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ يَرُدُّوكُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ كَافِرِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi al-Kitab, niscaya mereka akan mengem-balikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.” (QS. Ali Imran [3]: 100)
Malah, denger-denger banyak rohaniawan Nasrani yang juga melarang umat Kristiani merayakan V-Day. Nah, kalo yang non-muslim aja ngelarang, masak iya remaja muslim justru merayakannya. Iya nggak sih?
Bukan sebatang coklat
Guyz, lagian kalo dipikir, sempit banget kalo cinta itu kudu diekspresikan hanya pada hari tertentu, katakanlah pas V-Day. Berarti selama 364 hari dalam setahun kemana aja tuh cinta berlari? Bukannya cinta itu kudu tumbuh dan berkembang setiap hari? Kapan pun, seorang remaja muslim kan kudu menebar cinta dan kasih sayang pada sesama.
Yup, Islam itu agama yang ngajak umatnya untuk love and care pada sesama. Sabda Nabi saw.: “Orang yang berbelas kasih akan dikasihi oleh Allah Yang Maha Pengasih, maka kasihilah penduduk bumi niscaya engkau akan dikasihi oleh penduduk langit.” (HR Abu Daud)
Jangan lupa, Allah Swt. itu kan zat yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Bukan dewa yang haus darah. Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan sebuah hadits yang indah: “Allah menciptakan kasih sayang dalam seratus bagian, kemudian menetapkan 99 bagian di sisi-Nya dan menurunkan satu bagian ke bumi, dari satu bagian inilah semua makhluk saling mengasihi hingga seekor kuda mengangkat kaki dari anaknya karena khawatir menginjaknya.”
Tuh, berkat cinta dan kasih sayang sampai-sampai induk hewan pun nggak meng-injak anaknya. So, pendek banget kalo cinta cuma diekspresikan dalam sebatang coklat, atau kartu cinta, apalagi boneka Teddy Bear.
Malah seringkali terjadi kasih sayang yang nggak pas. Contohnya begini, ada remaja yang bisa menyatakan cinta pada kekasihnya, tapi nggak pernah bilang sayang sama ortu. Bisa ngasih coklat pada doinya, tapi nggak pernah ngasih sesuatu yang istimewa untuk bundanya. Siap anter-jemput kekasih setiap saat (persis tukang ojek), tapi pasang muka bete kalo disuruh nemenin ibu ke pasar. Dan ada yang mau aja nyium or dicium pacarnya, tapi males nyium tangan ibu en bapaknya, juga males nyium sajadah (baca: sholat).
Bro en sis, jangan berani bilang cinta en kasih sayang sebelum kamu-kamu bener-bener cinta pada Allah, RasulNya dan ortu. Pasalnya, tiga perkara itu yang kudu dicintai bener-bener sebelum orang lain. Tentang cinta pada ortu pernah ditanyakan oleh seseorang pada Rasulullah saw.: “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang lebih berhak aku layani dengan baik?” Rasulullah saw. menjawab, “Ibumu” (Rasulullah saw. mengulangnya tiga kali) lalu menjawab “kemudian ayahmu.” (HR Bukhari)
Nah, kagak pantes ngaku cinta pada doi tapi ibu sendiri di-bete-in dan dibikin juthek. Kuwalat, lho!



Juga bukan true love kalo cinta itu kudu ngelabrak yang diharamkan Allah. Yoi, kagak pantes kita menomorsekiankan cinta pada Allah Swt., dan menomorsatukan cinta pada gebetan (pacar). Pasalnya, Allah udahngasih apa aja buat kita. Dan cinta Allah pada kita semua adalah sejati, tapi kalo cinta sesama manusia nggak ada jaminan bakal setia di dunia apalagi di akhirat. Kalimat hikmah mengungkapkan: “Cintailah kekasihmu sewajarnya karena bisa jadi kelak ia menjadi musuhmu, dan bencilah musuhmu sewajarnya, karena bisa jadi kelak ia menjadi kekasihmu.”
En buat kamu-kamu yang nerima coklat yang katanya tanda kasih sayang, jangan kegeeran. Berarti dirimu dan cintamu hanya terukur dengan sebatang coklat, atau selembar kartu cinta, atau mungkin kamu dianggap serupa dengan boneka Teddy Bear (keciaan…!).
Guyz, cinta itu lebih luas dari sebatang coklat, lebih indah dari selembar kartu Valentine, apalagi disamakan dengan boneka. Cinta itu kudu dibarengi dengan pengorbanan, dan pengorbanan yang paling utama adalah tunduk pada perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Orang yang berani tunduk pada Allah Ta’ala berarti dia bakal siap berkasih sayang dengan sepenuh hati dan pastinya bertanggung jawab.
Tapi orang yang nggak mau cinta pada Allah Swt., nggak ada jaminan tuh orang bakal bertanggung jawab. Lha, Allah aja udah dia khianati apalagi kekasihnya? Tul, nggak? Apalagi sewaktu pacaran udah minta macem-macem; peluk, cium, eh minta hubungan layaknya suami-istri lagi. Wah, tendang aja kalo ada cowok or cewek yang kayak begitu.
So, jangan blinded by love deh. Buta karena cinta. Ati-ati en waspada, Bro!
Penjajahan Barat dan Kapitalisme
Disadari atau tidak, aneka selebrasi V-Day yang marak pada tanggal 14 Febuari lalu, sebenarnya adalah produk penjajahan Barat dan Kapitalisme. Barat bukan aja berhasil ngejajah umat muslim secara politik dan ekonomi, tapi juga secara budaya. Buktinya, apa yang lagi tren di Barat selalu di-copy en di-paste sama anak-anak muslim. Termasuk V-Day ini, padahal banyak yang tidak tahu akar sejarahnya dan juga hukumnya dalam pandangan Islam. Malah, di beberapa kota di tanah air, mulai disemarakkan juga pesta Halloween oleh kalangan muda.
Efek yang lebih parah dari penjajahan budaya ini adalah rusaknya moral bahkan akidah umat Islam. Di kalangan muda, pacaran udah dianggap ‘rukun’-nya jadi anak muda. Bukan sekadar pacaran, tapi aktivitas dalam pacaran yang mendekati zina juga udah dianggap lumrah. “Namanya juga anak muda,” geto kata mereka.
Kapitalisme Barat juga menyusupkan penjajahan ekonominya lewat budaya. Para pengusaha diuntungkan berat lho dengan adanya V-Day. Aneka produk yang terkait dengan V-Day laris manis; coklat, kartu ucapan, boneka-boneka, sampai hotel-hotel. Jadi sebetulnya siapa yang diuntungkan? Pastinya para pengusaha.
Hal yang sama juga terjadi dalam perayaan Natal, di mana banyak rohaniawan Nasrani yang menyayangkan pudarnya semangat Natal karena dikalahkan dengan komersialisme. Gimana nggak, berfoto bareng Sinterklas aja kudu bayar! Ternyata dalam V-Day pun terjadi hal yang sama. Para pengusaha yang berotak kapitalis mengeruk keuntungan dari perayaan V-Day, termasuk para pengusaha hiburan yang menebarkan acara-acara “berkasih sayang”, juga para sineas yang bikin aneka film romantis di hari Valentine. Jadi intinya adalah duit bukan cinta, Bro!
Bro en sis, udah waktunya deh buka perasaan en pikiran, bahwa ada agenda terselubung yang berbahaya di balik selebrasi V-Day. Bahwa hari berkasih sayang udah dimanipulasi sedemikian canggihnya oleh kaum imperialis untuk memperdaya anak-anak muslim nan lugu (tapi bukan lutung gunung, ya?). Para remaja en pemuda muslim yang awam dari agamanya, terus dimanjakan dengan perayaan-perayaan seperti ini.
Bukan sekadar keyakinan, tapi moralnya juga ikut dibombardir oleh budaya liberal Barat, yakni pergaulan bebas. Kasih sayang yang sebenarnya karunia Allah dinodai dengan aktivitas pacaran sampai hubungan bebas yang kebablasan. Di negara-negara Barat, selebrasi V-Day emang nggak lepas dari seks pranikah. Maka di Inggris, pekan Valentine dijadikan bagian dari kampanye penggunaan alat kontrasepsi; kondom. Karena begitu tingginya aktivitas seks pranikah (baca: zina) pada saat itu. Tapi supaya tetep terkesan romantis, di’bungkus’lah oleh coklat dan setangkai mawar. Benarlah firman Allah Ta’ala yang udah ditulis sebelumnya di artikel ini (baca: buka di halaman sebelumnya ya).
So guyz, nyadar dong, bahwa kita tuh udah kelamaan dijajah oleh musuh-musuh Islam. Benteng kita udah dijebol luar dan dalem. Saatnya bangkit melawan penjajahan budaya Barat. Ngaji deh yang semangat. Pelajari Islam dengan seksama, yakini bahwa Islam itu sistem kehidupan yang benar, ideologi yang keren dan nggak ada yang sekeren Islam. Buktikan kalo ada yang lain. Sebab, kata Nabi saw.: “Islam itu tinggi dan tak ada yang setinggi Islam.”
Apa yang dikerjakan oleh banyak orang belum tentu kebenaran. Karena kebenaran tidak ditampakkan oleh banyaknya pengikut, tapi sumber kedatangannya. Meski sekarang orang yang menentang V-Day dan memper-juangkan syariat Islam nggak sebanyak kalangan pro Barat, tapi kebenaran itu ada pada mereka. Karena kebenaran itu datang dari Allah (al-Quran) dan RasulNya (as-Sunnah). Kalo nggak percaya pada Allah Swt. dan RasulNya, lalu percaya pada siapa lagi, dong? Sungguh terlalu!

Read more...

Cantik, ga harus putih

Assalamu’alaikum Wr.wb
Cantik adalah satu kata yang identik dengan cewek. Bisa dibilang gak ada seorang makhluk bernama cewe’ bakalan nolak dibilang cantik, terlihat cantik, dan menjadi cantik. Untuk kata itu juga, sebagian kaum hawa tuh rela ngelakuin apa aja. Mulai dari aktivitas standar semacam bersolek alias dandan, sampe pada aktivitas yang melibatkan pisau dan gunting (eit…bukan lagi bikin ketrampilan lho). Kita sering menyebutnya operasi plastik atau bisa juga face off yang sekarang lagi heboh diberitakan media. Percaya ga sih, kalo media ternyata punya andil membuat definisi cantik. Coba deh tanya diri kamu sendiri ato temen-temen kamu, cantik tuh kayak apa? Hampir bisa dipastikan jawaban cantik akan tertuju pada cewek-cewek dengan kulit putih, tinggi 170 cm, berat badan ideal, rambut hitam puanjang dan lurus n definisi-definisi lain yang fisik banget.

Yup, media pula yang ikut menggembar-gemborkan kalo seorang perempuan itu harus, kudu bin wajib cantik. Mau bukti? Liat aja kontes-kontes macam cantik Indonesia, gadis sampul, putri Indonesia, dkk, yang gak mungkin diikutin sama cewek dengan modal fisik “pas-pasan”. Sekalipun yang punya gawe berdalih kalo “beauty” hanya satu diantara kriteria yang dinilai selain brain dan behaviour. Tapi, kalo bener begitu, kenapa Pok Nori gak bisa ikut yach??. Bahkan di negeri Barat sono, ada kontes bernama Swan yang khusus diadain buat patnernya kaum adam yaitu kaum hawa yang ngerasa dirinya “jelek” dan dengan senang hati mau dipermak abieez.. menjadi cantik laksana angsa (baca: swan). Dan gak tanggung-tanggung dech mulai dari ahli bedah plastik, pelatih kebugaran ampe psikolog terlibat langsung dalam acara yang bakalan mengubah hidup pada pesertanya (weleh…weleh… busyeeeet..)

Buat generasi kartini yang ngerasa “biasa” dan bermodal cekak tapi punya khayalan tingkat tinggi (Peter pan kalee!), bisa jadi pengen tongkat ajaib yang dengan sekali simsalabim bisa mengubahnya secantik Dian Sastro, seputih Tamara Bletzinsky dan sejauh mata memandang, gak mungkiii….n banget. Jangankan buwat operasi plastik, ke salon untuk facial aja bisa gak jajan sebulan, palagi pake mandi susu, creambath, meni-pedi, spa, wah bisa puasa setahun tuh (he…he…). Walhasil, dipilihlah rangkaian produk kosmetik, dalam hal ini pemutih yang relatif lebih murah dengan iming-iming bakalan putih (cantik) dalam 4 minggu. Bahkan saking pengennya putih, temen-temen kita yang dari lahir udah punya kulit kayak Whoopy Goldberg, Naomi Campbell ato Whitney Houston juga maksa ga mo ketinggalan. Emang cantik harus putih? Apa juga mesti ribet begitu?? (ee… tanya kenapa???)

Gals, kalo ngebahas kata yang satu itu, kayaknya jatah kolom cewek banget yang cuman satu halaman ato Imut satu edisi juga ga bakalan cukup, tapi dibikin simpel juga bisa. Sebenernya kita gak perlu dech bingung kemana harus bertanya tentang masalah ini. Ga perlu ke dokter ahli or berduyun-duyun ke salon kecantikan. Coz “pakarnya” udah hadir dan siap menjawab semua tanda tanya. Termasuk problem “kecil” yang satu ini (back sound: please welcome…), apalagi kalo bukan Islam. Dien yang datang dari Dzat yang Maha Tahu dan Maha Indah. Islam gak pernah melarang kita jadi cantik. Bahkan kita disunnahkan senantiasa menjaga dan merawat diri kita. Sebagaimana sabda Rasulullah “Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan.” (HR. Imam Qurthuby dari Imam Makhul dari Aisyah ra.).
Jangan sampe deh, kita tampil kumal, kusut, kumuh, kucel dan kutuan (idiiih… gak bangeeeet dech..). Kita kudu memelihara kerapian dan kebersihan diri sebagai wujud rasa syukur atas apa yang udah diberikan Allah Sang Maha Rahman. Malah dalam QS. Al-A’raf 31, Allah berfirman, “Hai Anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan”. So, kemanapun kamu pergi, terlebih ke masjid, mesti rapi n bersih. Jangan kebalik, kalo kondangan aja dandan abis-abisan, giliran ke masjid asal-asalan.




(Kalo gitu boleh dong kita ngapain aja biar cantik?) Jangan salah, sekalipun ga ada larangan untuk cantik dalam Islam, bukan berarti kita bebas semau gue menghalalkan segala cara biar stempel cantik itu diketok ke muka kita (wadou…!). Boleh cantik asal syar’i. Gimana tuh?. Pastinya kita tidak diperbolehkan bertabaruj alias menampakkan kecantikan sampai memalingkan pandangan cowok karena saking terseponanya (QS. Al Ahzab: 33). Cewek dikatakan tabaruj kalo suka pake parfum yang wanginya menyengat hidung, memoles bibirnya sama lipstik, mengenakan pakaian ketat plus pendek n kalo ngomong suaranya dibuat mendayu-dayu. Lagian gals, kecantikan sejati adalah kecantikan alami yang muncul dari dalam, kita mengenalnya dengan ‘inner beauty’. Kecantikan kayak gini yang tahan lama dan gak dijual di salon manapun. Nah, biar kamu cantik luar dalem, ikutin deh tips-tips berikut, pertama, jadikan kebersihan dan kerapian diri sebagai ritual wajib tiap hari, boleh pake bedak, sekedar biar kamu keliatan fresh. Kedua jadikanlah menundukkan pandangan (ghadul bashor) sebagai hiasan kedua matamu. Oleskan “lipstik” kejujuran pada bibirmu. Pakailah sabun istighfar untuk menghindarkan kulitmu dari api neraka. Rawatlah rambutmu dengan shampo kerudung Islami, dan pakailah jilbab sebagai pakaian taqwa. Terakhir, poles kecantikanmu dengan terus membekali diri dengan tsaqofah-tsaqofah Islam. Dijamin, tanpa pemutih pun kamu bakalan cuantik abieeees!!! TOEPE BEGETE… kayak puisi di bawah ini neeh… kita jangan memandang dari fisik sebab cantik fisik bukan jaminan akan cantiknya hati.

Sebuah puisi teruntuk ukhti..

Ada wajah
Dengan seulas senyum menghias
Terpancar kecantikan dari dirimu
Yang kulihat bukan dari wajahmu
Sebab hatimu memancarkan kecantikanmu
By: Anonimous

Kecantikan wanita tidak bisa diukur dengan wajah.tapi melalui keshalihannya,lewat kepintarannya ( maaf nih ya gak mau kan kalo ada yang bilang cantik-cantik kok enggak pinter) jadi ya harus seimbang donk!! Ya luar – ya dalem so Cantieeek luar daleem gitu loooh… lagian nih ya sekarang modal cantik doang gak bakal membuat kita sukses di kehidupan dunia maupun akhirat. Example-nya ya Umpama kita pengen jadi presenter di televisi ato apa aja deh ,, kalo cuman cantik apa iya kita bakal berhasil jadi presenter kalo gak punya keahlian ngomong di depan publik.Be-coz that kita harus patri kuat-kuat dalam otak kita bahwa sebagai cewek selain harus cantik kita kudu pinter en yang paling pueenting lagi alias the most important yaiku kudu shalihah. Percuma aja duoonk kalo kita cantik di mata para manusia tapi kita itu jelek di mata Allah.Naah lo rugi bangeet tuh.. karna Allah pernah berfirman kalo Allah gak melihat dari fisik kita walaupun kita gak secantik Dian Sastro ato secakep chae kyoung di Princess Hours (ya.. ga’ masalah geto) yang penting hati kita dan ketakwaan kita tull gak setuju gak

Tapi gak muna’ ya kalo para kaum hawa tuh berdandan gara-gara syapa coba’?? ya gara-gara kaum adam.Lha wong yang mau kita bikin tertarik pada kita tuh kaum adam ,,ya khan..ya khan??? Ya jelaz donk kaum adam, kalo kita mau bikin tertarik sesama kaum hawa itu mah mengerikaaaaan bin syeeeeereeeeem banget plus gak normal (hehehe.. ) So gimana donk sikap kita sebagai cewek agar punya kecantikan luar dan dalam???

First step:
Rawat dirimu,ya cukuplah mandi yang bersih dan selalu menjaga kebersihan o iya tau ndak kalo wudhu itu bisa buwat seger wajah. Karena itu banyakin sholat sehingga waktu wudhu kita juga banyak so wajah kita akan terlihat fresh.
Second step:
Peka terhadap lingkungan,banyak senyum,slalu ramah ama syapa aja,enggak sombong,mau membantu temen yang kesusahan.Itu semua bakal mendatangkan energi positif bagi kamu dan membuwat kecantikan hatimu terpancar.Selain itu makin banyak temen deh!!( asyiik gak tuh ).
Three step:
Stay cool artinya ya kita harus jaga sikap kita.sebagai cewek ya jangan deh berdandan terlalu over dan jangan ampe’ kita melakukan sesuatu yang membuwat image kita buruk.Gak mau kan di-cap atao di-judge sebagai cewek yang don’t Have rule atao gak punya aturan(gak mau..gak mau..).maaf nieeeh okelah kalo kamu-kamu ada yang punya sifat tomboi tapi jangan ampe terlalu cowok seperti kan u are girl.khan Allah pernah berfirman kalo Allah gak suka cewek yang kayak cowok dan cowok yang kaya’ cewek.So gak mau khan kalo kita sampe tidak disukai Allah.
Four step:
Keep ur self and to be strong girl artinya jaga dirimu jangan sampe’ kaum adam melecehkan.contoh berpakaianlah yang sopan dan rapi dan jangan mengumbar aurat.Ya kalo paling baguznya sih ya berjilbab.Selain melindungi kita dari aksi pelecehan,jilbab juga bisa menjadi pengenal.
Five step:
Intelek donk! Artinya tuh kita harus pinter,, sebab yang namanya cewek kalo pinter,cerdas,apalagi cantik wah-wah kaum adam banyak yang pada ngantri tuh.. hehehe
Last step:
Sesudah melakukan berbagai step dari 1 sampai lima jangan lupa diiringi dengan perbanyak ibadah dan doa insyaAllah kecantikan luar dalam pasti bisa kamu miliki..en bisa-bisa bidadari-bidadari di surga pada cemburu karena disaingi kecantikannya..

Kalo gitu ayo donk temen-temen semua percantik diri dan hati untuk menjadi muslimah sejati yang unya inner beauty dan baik hati( kok serba iiiiii semua ya belakangnya.. hehehe…) yup siap untuk jadi cantik… LET’S GO GIRL!!!!!
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Dari : www.islamuda.com dengan perubahan seperlunya






Formasi corner:
Kecantikan luar bisa pudar karena usia,kecantikan hati tak kan hilang selamanya

Ayat:
Sabda Rasulullah, 'Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.' (Hadits Shahih).

INFO IPTEK
Seratus tokoh paling berpengaruh dalam sejarah yang disusun oleh Michael H. Hart.
01. Nabi Muhammad
02. Isaac Newton
03. Nabi Isa
04. Buddha
05. Kong Hu Cu
06. St. Paul
07. Ts'ai Lun
08. Johann Gutenberg
09. Christopher Columbus
10. Albert Einstein
11. Karl Marx
12. Louis Pasteur
13. Galileo Galilei
14. Aristoteles
15. Lenin
16. Nabi Musa
17. Charles Darwin
18. Shih Huang Ti
19. Augustus Caesar
20. Mao Tse-Tung
21. Jengis Khan
22. Euclid
23. Martin Luther
24. Nicolaus Copernicus
25. James Watt
26. Constantine Yang Agung
27. George Washington
28. Michael Faraday
29. James Clerk Maxwell
30. Orville Wright & Wilbur Wright
31. Antone Laurent Lavoisier
32. Sigmund Freud
33. Alexander Yang Agung
34. Napoleon Bonaparte
35. Adolf Hitler
36. William Shakespeare
37. Adam Smith
38. Thomas Edison
39. Antony Van Leeuwenhoek
40. Plato
41. Guglielmo Marconi
42. Ludwig Van Beethoven
43. Werner Heisenberg
44. Alexander Graham Bell
45. Alexander Fleming
46. Simon Bolivar
47. Oliver Cromwell
48. John Locke
49. Michelangelo
50. Pope Urban II
51. Umar Ibn Al-Khattab
52. Asoka
53. St. Augustine
54. Max Planck
55. John Calvin
56. William T.G.Morton
57. William Harvey
58. Antoine Henri Becquerel
59. Gregor Mendel
60. Joseph Lister
61. Nikolaus August Otto
62. Louis Daguerre
63. Joseph Stalin
64. Rene Descartes
65. Julius Caesar
66. Francisco Pizarro
67. Hernando Cortes
68. Ratu Isabella I
69. William Sang Penakluk
70. Thomas Jefferson
71. Jean-Jacques Rousseau
72. Edward Jenner
73. Wilhelm Conrad Rontgen
74. Johann Sebastian Bach
75. Lao Tse
76. Enrico Fermi
77. Thomas Malthus
78. Francis Bacon
79. Voltaire
80. John F. Kennedy
81. Gregory Pincus
82. Sui Wen Ti
83. Mani
84. Vasco Da Gama
85. Charlemagne
86. Cyrus Yang Agung
87. Leonhard Euler
88. Niccolo Machiavelli
89. Zoroaster
90. Menes
91. Peter Yang Agung
92. Meng-Tse (Mencius)
93. John Dalton
94. Homer
95. Ratu Elizabeth I
96. Justinian I
97. Johannes Kepler
98. Pablo Picasso
99. Mahavira
100. Neils Bohr

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاء وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللّهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَآبِ
[3:14] Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).

Read more...

Agar Cinta Bersemi Indah

Menerima pendamping kita apa adanya dengan tidak berharap terlalu banyak, merupakan bekal untuk mencapai kemesraan dalam rumah tangga dan kebahagiaan di akhirat.
Sebagai hamba yang dianugerahi fitrah, kita memang perlu menyeimbangkan harapan. Tak salah kita berdoa memohon suami yang sempurna, tetapi pada saat yang sama kita juga harus melapangkan dada untuk menerima kekurangan. Kita boleh memancangkan harapan, tapi kita juga perlu bertanya apa yang sudah kita persiapkan agar layak mendampingi pasangan idaman.

Ini bukan berarti kita tidak boleh mempunyai keinginan untuk memperbaiki kehidupan kita, rumah tangga kita, serta pasangan kita. Akan tetapi, semakin besar harapan kita dalam pernikahan semakin sulit kita mencapai kebahagiaan dan kemesraan. Sebaliknya, semakin tinggi komitmen pernikahan kita (marital commitment) akan semakin lebar jalan yang terbentang untuk memperoleh kebahagian dan kepuasan.
Apa bedanya harapan dan komitmen? Apa pula pengaruhnya terhadap keutuhan rumah tangga kita? Harapan terhadap perkawinan menunjukkan apa yang ingin kita dapatkan dalam perkawinan. Bila kita memiliki harapan perkawinan yang sangat besar, sulit bagi kita untuk menerima pasangan apa adanya. Kita akan selalu melihat dia penuh kekurangan. Jika kita menikah karena terpesona oleh kecantikannya, kita akan segera kehilangan kemesraan sehingga tidak bisa berlemah lembut begitu istri kita sudah tidak memikat lagi. Betapa cepat dan berlalu dan betapa besar nestapa yang harus ditanggung.

Sementara itu, komitmen perkawinan lebih menunjukkan rumah tangga seperti apa yang ingin kita bangun. Kerelaan untuk menerima kekurangan, termasuk mengikhlaskan hati menerima kekurangannya membuat kita lebih mudah mensyukuri perkawinan.
Disebabkan oleh komitmen yang sangat kuat pada Allah dan Rasul-Nya istri Julaibib mengikhlaskan hati untuk menikah dengan Julaibib. Yang baru semalam usia pernikahan mereka Julaibib mengakhiri hayat di medan syahid. Ketika ibunya merasa tidak rela dikarenakan rendahnya rendahnya martabat dan buruknya perawakan fisik, ia meminta agar orang tuanya menerima pinangan itu kalau memang Rasulullah saw. yang menentukan.
Orang yang melapangkan hati untuk menenggang perbedaan, cenderung akan menemukan banyak kesamaan. Perbedaan itu bukan lantas tidak ada, tetapi kesediaan untuk menenggang perbedaan membuat kita mudah untuk melihat kesamaan dan kebaikannya. Sebaliknya, kita akan merasa tidak nyaman berhubungan dengan orang lain, tidak terkecuali pendamping hidup kita, bila kita sibuk mempersoalkan perbedaan. Apalagi jika kita sering menyebut-nyebutnya, semakin terasa perbedaan itu dan semakin tidak nyaman membina hubungan dengannya.



Semoga Allah melindungi kita dari mempersoalkan perbedaan tanpa mengilmui. Semoga Allah menjauhkan kita dari kesibukan yang membinasakan. Semoga Allah pula kelak mengukuhkan ikatan perasaan di antara kita dengan kasih sayang, ketulusan, dan kerelaan menenggang perbedaan. Sesungguhnya telah berlalu umat-umat sebelum kita yang mereka binasa karena sibuk mempersoalkan perbedaan dan memperdebatkan hal-hal yang menjadi rahasia Allah.

Nah, jika mempersoalkan perbedaan, menyebut-nyebutnya, dan mengeluhkannya akan membuat hubungan renggang, mengapa tidak melapangkan hati untuk menenggangnya? Sesungguhnya menenggang perbedaan akan menumbuhkan kasih sayang dan kemesraan yang hangat. Ada perasaan mengharukan yang sekaligus membahagiakan jika kita memberikan untuknya apa yang ia sukai.

Untuk itu, ada tiga hal yang perlu kita pahami agar ia mempercayai ketulusan kita. Pertama, berikanlah perhatian yang hangat kepadanya. Besarnya perhatian membuat dia merasa kita sayang dan kita cintai. Kedua terimalah ia tanpa syarat. Penerimaan tanpa syarat menunjukkan bahwa kita mencintainya dengan tulus. Tidak mungkin menerima dia apa adanya jika kita tidak memiliki ketulusan cinta dan kebersihan niat. Ketiga, ungkapkanlah dengan kata-kata yang tepat.

Berkaitan dengan ungkapan ini, ada sebuah tips yang ahsan yang disampaikan oleh ustaz yang kini masih mengajar di jurusan Psikologi, UII, Yogyakarta ini. Yakni terminologi "aku" dan kamu". Saat kita mendapatkan bahwa masakan yang dibuat pasangan kita keasinan misalnya, maka gunakanlah kata ganti "aku" . "Aku lebih suka kalau sayurnya lebih manis, sayang" Tapi saat kita mendapatkan suatu kelebihan pada diri pasangan, ia sukses menggoreng telor dadar misalnya (biasanya ia menggoreng berkerak), maka kita gunakan kata ganti "kamu". "Kamu memang pintar, istriku". Kita gunakan kata "aku" untuk sesuatu yang sifatnya negatif dan "kamu" untuk sesuatu yang sifatnya positif. Untuk semua hal.

Tampaknya memang benar, karena penggunaan kata ganti "kamu" untuk sebuah kesalahan yang telah dilakukan oleh pasangan kita cenderung menyaran pada arti memvonis alih-alih memosisikan pasangan kita sebagai tertuduh.

Dalam perspektif pragmatik (linguistik), terminologi ini merupakan sebuah upaya penggunaan maksim kesopanan dengan tetap mempertahankan maksim kerja sama. Dengan tujuan agar tidak terjadi konflik pada keduanya.

Berangkat dari petunjuk Allah ini tidak layak bagi kita untuk sibuk mempersoalkan kekurangan ataupun kesalahan, apalagi kekurangan yang sulit dihilangkan, sepanjang ia tidak melakukan kekejian yang nyata. Betapa pun banyak yang tidak kita sukai darinya, kemesraan dengannya tak akan pudar jika kita mencoba untuk berbaik sangka kepada Allah, barangkali di balik itu Allah berikan kebaikan yang sangat besar. Sebaliknya, sesedikit apa pun keburukannya, bila kita sibuk menyebut-nyebut dan mengingatnya, akan sangat memberatkan jiwa. Dampak selanjutnya tidak hanya bagi hubungan suami istri, tetapi merembet pada hubungan kita dan si kecil.

Terimalah ia apa adanya. Terimalah kekurangannya dengan keikhlasan hati maka akan kita temukan cinta yang bersemi indah. Sesudahnya berupaya memperbaiki dan bukan menuntut untuk sempurna. Bukankah kita sendiri mempunyai kekurangan, mengapa kita sibuk menuntut istri untuk sempurna? Ada amanat yang harus kita emban ketika kita menikah. Ada ruang untuk saling berbagi. Ada ruang untuk saling memperbaiki. Dan bukan saling mengeluhkan, alih-alih menyebut-nyebut kekurangan.

Pahamilah kekhilafannya agar ia merasa ringan dalam memperbaiki, meski bukan berarti kita lantas membiarkan kesalahan. Berikanlah dukungan dan kehangatan kepadanya sehingga ia berbesar hati menghadapi tantangan-tantangan yang ada di depan. Tunjukkanlah bahwa kita memang sangat menghargainya, menerimanya dengan tulus, mau mengerti dan bersemangat mendampinginya.

Dalam buku ini Ustaz Fauzil memang tidak hanya membahas seputar keikhlasan menerima pasangan kita apa adanya. Namun tampaknya beliau memandang masalah yang remeh temeh ini dalam beberapa hal telah menjadi batu karang yang cukup terjal yang kemudian melahirkan benih-benih konflik dan alih-alih perceraian.

Seperti pada bagian akhir, beliau menjelaskan bagaimana upaya belajar itu tidak sebatas menerima apa adanya, tetapi juga diikuti dengan belajar mendengar dengan sepenuh hati. Karena tidak jarang kita bukan tidak paham jawaban yang sesungguhnya diinginkan di balik pertanyaan pasangan.

Cukup banyak hal sepele yang tampaknya kita anggap telah kita berikan tetapi ternyata hal itu jauh meleset dari dugaan. Kita bukan mendengar pasangan tetapi mendengar diri sendiri, kita bukan memberi solusi tapi malah menambah materi. Kita bukan memberi jalan keluar alih-alih menghakimi. Kita bukan memberikan jawaban, tetapi malah memberikan pertanyaan. Kita bukan meringankan tetapi malah memberatkan. Benarkah?

Al akhir, kekayaan itu ada di jiwa. Dan keping kekayaan itu dimulai dari ketulusan menerima. Dengan kekayaan jiwa kita akan lebih mudah memberikan empati, lebih mudah untuk memahami, lebih mudah untuk berbagi dan lebih mudah mendengar dengan sepenuh hati.

Hari ini, ketika kita bermimpi tentang sebuah pernikahan yang romantis sementara ikatan batin di antara kita dan pasangan begitu rapuh, sudahkah kita berterima kasih kepadanya? Sudahkah kita meminta maaf atas kesalahan kesalahan kita? Jika belum, mulailah dengan meminta maaf atas kesalahan-kesalahan kita dan ungkapkan sebuah panggilan sayang untuknya. Mulailah dari yang paling mudah, hatta yang paling remeh atau kecil sekalipun. Mulailah dari yang paling kecil, demikian Ustaz Aa' berpesan. Little things mean a lot, demikian Ustaz Fauzil menambahkan. Agar cinta bersemi dalam keluarga kita, agar cinta senantiasa berbunga dalam kehidupan kita.

Masya Allah.
Subhanallah.
Alhamdulillahirabbil alamiin.
Wallahu alam bisshawab.

(bagi yang belum menikah tidak usah khawatir, jika engkau jaga risalah Allah adalah sebuah keniscayaan jika Allah kan berikan yang terbaik buat antum, sekali lagi terbaik dalam perspektif Allah, dan bukan perpektif kita)

Read more...

Tips Menempuh Kehidupan

>> Rabu, Desember 17, 2008

1. Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya, karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Semoga kamu menemukan orang seperti itu.
2. Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan seseorang sehingga ingin hati menjemputnya dari alam mimpi dan memeluknya dalam alam nyata. Semoga kamu memimpikan orang seperti itu.
3. Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat kamu ingin pergi, jadilah seperti yang kamu inginkan,karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.
4. Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu baik hati, cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat, kesedihan yang cukup untuk membuatmu manusiawi, pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia dan uang yang cukup untuk membeli hadiah-hadiah.
5. Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi acapkali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.
6. Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun, dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya.
7. Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita milik sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya.
8. Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain. Apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hati orang itupula.
9. Kata-kata yang diucapkan sembarangan dapat menyulut perselisihan. Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan. Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan. Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkahi.
10. Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cinta menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan.Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia.
11. Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.
12. Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas karunia itu.
13. Hanya diperlukan waktu semenit untuk menaksir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.



14. Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka.
15. Cinta adalah jika kamu kehilangan rasa, gairah, romantika da masih tetap peduli padanya.
16. Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu dan mendapati pada akhirnya bahwa tidak demikian adanya dan kamu harus melepaskannya.
17. Cinta dimulai dengan sebuah senyuman, bertumbuh dengan sebuah ciuman dan berakhir dengan tetesan air mata.
18. Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati, kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah disakiti hatinya.
19. Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu,tetapi yang lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan tidak pernah memiliki keberanian untuk mengutarakan cintamu kepadanya.
20. Masa depan yang cerah selalu tergantung kepada masa lalu yang dilupakan, kamu tidak dapat hidup terus dengan baik jika kamu tidak melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu.
21. Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba, jangan pernah menyerah jika kamu masih merasa sanggup jangan pernah mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.
22. Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu! Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh dihatimu.
23. Ada hal-hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang kamu harapkan untuk mengatakannya. Namun demikian janganlah menulikan telinga untuk mendengar dari orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati.
Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang disekelilingmu tersenyum - jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang disekelilingmu menangis.

Read more...

New Sprina Widget

>> Selasa, Desember 09, 2008

Read more...

Ayat Suci Di Dalam Kromosom Manusia

Nahh... kalo yang ini bukan lagi tentang pacaran – pacaran lagi.. Diselingi materi yang berisi dikit – dikit. Kaloi ini kita nge-bahas tentang sciance bukan pacaran. Bagi kamu yang penggemar science, maka ini mungkin menarik bagi kamu. Tapi kalo yang penggemar pacaran, sabarrr yaa.. nanti pasti akan aku posting lagi materi itu… udah gngak sabar lagi yaa?? OK kalo gitu,, yuk dibahas…

We are beginning!

Seorang ilmuwan yang penemuannya sehebat Gallileo, Newton dan Einstein dan juga yang pasti pinter yang berhasil membuktikan tentang keterkaitan antara Al-Quran dan rancangan struktur tubuh manusia adalah seorang Dr. Ahmad Khan. Dia adalah lulusan Summa Cumlaude dari sebuah Duke University. Walaupun ia seorang ilmuwan muda yang tengah menanjak, terlihat cintanya hanya untuk Allah dan untuk penelitian genetiknya. Ruang kerjanya yang dihiasi kaligrafi - kaligrafi, kertas-kertas penghargaan, tumpukan buku-buku kumal dan kitab suci yang sering dibukanya, menunjukkan bahwa ia merupakan kombinasi dari seorang ilmuwan dan pecinta kitab suci.

Salah satu penemuannya yang menggemparkan dunia ilmu pengetahuan adalah ditemukannya informasi lain selain konstruksi Polipeptida yang dibangun dari kodon DNA. Ayat pertama yang mendorong penelitiannya adalah Surat "Fush shilat" (yang merupakan alamat blog ini) ayat 53 yang juga dikuatkan dengan hasil-hasil penemuan Profesor Keith Moore ahli embriologi dari Canada sana. Penemuannya tersebut diilhami ketika Khatib pada waktu salat Jumat membacakan salah satu ayat yang ada kaitannya dengan ilmu biologi. Bunyi ayat tersebut adalah sebagai berikut: "...Sanuriihim ayatinaafilafaaqi wa fi anfusihim hatta yatabayyana lahum annahu ul-haqq..." Yang artinya; Kemudian akan Kami tunjukkan tanda-tanda kekuasaan kamipada alam dan dalam diri mereka, sampai jelas bagi mereka bahwa iniadalah kebenaran ".




Hipotesis awal yang diajukan Dr. Ahmad Khan adalah kata "ayatinaa" yang memiliki makna "Ayat Allah", dijelaskan oleh Allah bahwa tanda-tanda kekuasaanNya ada juga dalam diri manusia. Menurut Ahmad Khan ayat-ayat Allah akan juga ada dalam DNA (Deoxy Nucleotida Acid) manusia. Selanjutnya ia beranggapan bahwa ada kemungkinan ayat-ayat Al-Quran merupakan bagian dari Gen manusia. Dalam dunia biologi dan genetika dikenal banyaknya DNA yang hadir tanpa memproduksi protein sama sekali. Area tanpa produksi ini disebut Junk DNA (DNA sampah). Kenyataannya, DNA tersebut menurut Ahmad Khan jauh sekali dari makna sampah. Menurut hasil hasil risetnya, Junk DNA tersebut merupakan untaian firman-firman Allah sebagai pencipta serta sebagai tanda kebesaran Allah bagi kaum yang mau berpikir. Sebagaimana disindir oleh Allah: Afala tatafakaruun (apakah kalian tidak mau bertafakur (menggunakan akal pikiran?)).

Setelah bekerjasama dengan adiknya yang bernama Imran, seorang yang ahli juga dalam analisis sistem, laboratorium genetiknya mendapatkan proyek dari pemerintah. Proyek tersebut awalnya ditujukan untuk meneliti gen kecerdasan pada manusia. Dengan kerja kerasnya Ahmad Khan berupaya untuk menemukan huruf Arab yang mungkin dibentuk dari rantai Kodon pada cromosome manusia. Sampai kombinasi tersebut menghasilkan ayat-ayat Alquran. Akhirnya pada tanggal 2 Januari tahun1999 pukul 2 pagi, ia menemukan ayat yang pertama "Bismillah ir Rahman ir Rahiim. Iqra bismirrabbika ladzi Khalaq"; "bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan". Ayat tersebut adalah awal dari surat Al-A'laq yang merupakan surat pertama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad di Gua Hira’. Anehnya setelah penemuan ayat pertama tersebut ayat lain muncul satu persatu secara cepat. Sampai sekarang saja telah berhasil menemukan 1/10 ayat Al-Quran.

Dalam wawancara yang dikutip "Ummi" edisi 6/X/99, Ahmad Khan menyatakan: "Saya yakin penemuan ini luar biasa, dan saya mempertaruhkan karier saya untuk ini. Saya membicarakan penemuan saya dengan dua rekan saya; Clive dan Martin seorang ahli genetika yang selama ini sinis terhadap Islam. Saya menyurati dua ilmuwan lain yang selama ini selalu alergi terhadap Islam yaitu Dan Larhammar dari Uppsala University Swedia dan Aris Dreisman dari Universitas Berlin. “

Ahmad Khan kemudian menghimpun penemuan-penemuannya dalam beberapa lembar kertas yang banyak memuat kode-kode genetika rantai kodon pada cromosome manusia yaitu; T, C, G, dan A masing-masing kode Nucleotida akan menghasilkan huruf Arab yang apabila dirangkai akan menjadi firman Allah yang sangat mengagumkan.

Di akhir wawancaranya Dr. Ahmad Khan berpesan "Semoga penerbitan buku saya ‘Alquran dan Genetik’, semakin menyadarkan umat Islam, bahwa Islam adalah jalan hidup yang lengkap. Kita tidak bisa lagi memisahkan agama dari ilmu politik, pendidikan, seni atau yang lainnya. Semoga non-muslim menyadari bahwa tidak ada gunanya mempertentangkan ilmu dengan agama. Demikian juga dengan ilmu-ilmu keperawatan. Penulis berharap akan datang suatu generasi yang mendalami prinsip-prinsip ilmu keperawatan yang digali dari agama Islam. Hal ini dapat dimulai dari niat baik para pemegang kebijakan (decission maker ) yang beragama Islam baik di institusi pendidikan atau pada level pemerintah. Mem-fasilitasi serta memberi dukungan secara moral dan finansial.

Terbukanya tabir hati ahli Farmakologi Thailand

Profesor Tajaten Tahasen, Dekan Fakultas Farmasi Universitas ChiangMai Thailand, baru-baru ini menyatakan diri masuk Islam saat membaca makalah Profesor Keith Moore dari Amerika. Keith Moore adalah ahli Embriologi terkemuka dari Canada yang mengutip surat An-Nisa ayat 56 yang menjelaskan bahwa luka bakar yang cukup dalam tidak menimbulkan sakit karena ujung-ujung syaraf sensorik sudah hilang. Setelah pulang ke Thailand Tajaten menjelaskan penemuannya kepada mahasiswanya, akhirnya mahasiswanya sebanyak 5 orang menyatakan diri masuk Islam.

Bunyi dari surat An-Nisa tersebut antara lain sebagai berkut; "Sesungguhnya orang-orang kafir terhadap ayat-ayat kami, kelak akan kami masukkan mereka ke dalam neraka, setiap kali kulit mereka terbakar hangus, kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain agar mereka merasakan pedihnya azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa Lagi Maha Bijaksana."

Ditinjau secara anatomi lapisan kulit kita terdiri atas 3 lapisan global yaitu: Epidermis, Dermis, dan Sub Cutis. Pada lapisan Sub Cutis banyak mengandung ujung-ujung pembuluh darah dan syaraf. Pada saat terjadi Combustio grade III (luka bakar yang telah menembus subcutis) salah satu tandanya yaitu hilangnya rasa nyeri dari pasien.Hal ini disebabkan karena sudah tidak berfungsinya ujung-ujung serabut syaraf afferent dan efferent yang mengatur sensasi persefsi. Itulah sebabnya Allah menumbuhkan kembali kulit yang rusak pada saat ia menyiksa hamba-Nya yang kafir supaya hamba-Nya tersebut dapat merasakan pedihnya azab Allah tersebut. Maha besar Allah yang telah menyisipkan firman-firmanNya dan informasi sebagian kebesaranNya lewat sel tubuh, kromosom, pembuluh darah, pembuluh syaraf dst. Rabbana makhalqta hada batila, Ya...Allah tidak ada sedikit pun yang engkau ciptakan itu sia-sia.

Semoga dengan ada kata-kata yang tertulis di atas, maka kita orang islam dan maybe orang non-muslim akan sadar betapa dalam agama islam itu dan betapa besar kekuasaan Allah SWT..

Read more...

Aku Dimakamkan hari ini




Perlahan, tubuhku ditutup tanah,
perlahan, semua pergi meninggalkanku,
masih terdengar jelas langkah langkah terakhir mereka
aku sendirian, di tempat gelap yang tak pernah terbayang,
sendiri, menunggu keputusan...

Istri, belahan hati, belahan jiwa pun pergi,
Anak, yang di tubuhnya darahku mengalir, tak juga tinggal,
Apatah lagi sekedar tangan kanan, kawan dekat,
rekan bisnis, atau orang-orang lain,
aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka.

Istriku menangis, sangat pedih, aku pun demikian,
Anakku menangis, tak kalah sedih, dan aku juga,
Tangan kananku menghibur mereka,
kawan dekatku berkirim bunga dan ucapan,
tetapi aku tetap sendiri, disini,
menunggu perhitungan ...

Menyesal sudah tak mungkin,
Tobat tak lagi dianggap,
dan ma'af pun tak bakal didengar,
aku benar-benar harus sendiri...

Tuhanku,
(entah dari mana kekuatan itu datang,
setelah sekian lama aku tak lagi dekat dengan-Nya),
jika kau beri aku satu lagi kesempatan,
jika kau pinjamkan lagi beberapa hari milik-Mu,
beberapa hari saja...

Aku harus berkeliling, memohon ma'af pada mereka,
yang selama ini telah merasakan zalimku,
yang selama ini sengsara karena aku,
yang tertindas dalam kuasaku.
yang selama ini telah aku sakiti hati nya
yang selama ini telah aku bohongi

Aku harus kembalikan, semua harta kotor ini,
yang kukumpulkan dengan wajah gembira,
yang kukuras dari sumber yang tak jelas,
yang kumakan, bahkan yang kutelan.
Aku harus tuntaskan janji janji palsu yg sering ku umbar dulu

Dan Tuhan,
beri lagi aku beberapa hari milik-Mu,
untuk berbakti kepada ayah dan ibu tercinta ,
teringat kata kata kasar dan keras yg menyakitkan hati mereka ,
maafkan aku ayah dan ibu ,
mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayang mu
beri juga aku waktu,
untuk berkumpul dengan istri dan anakku,
untuk sungguh sungguh beramal soleh ,
Aku sungguh ingin bersujud dihadap-Mu,
bersama mereka ...

begitu sesal diri ini
karena hari hari telah berlalu tanpa makna
penuh kesia sia an
kesenangan yg pernah kuraih dulu, tak ada artinya
sama sekali mengapa ku sia sia saja ,
waktu hidup yg hanya sekali itu
andai ku bisa putar ulang waktu itu ...

Aku dimakamkan hari ini,
dan semua menjadi tak terma'afkan,
dan semua menjadi terlambat,
dan aku harus sendiri,
untuk waktu yang tak terbayangkan ...

Read more...

Awas Virus DB ! ! (demen pacaran)

Apa sih maksud judul di atas tuh ? Kok pake’ kata- kata pacaran segala sih ? Emang prend, judul di atas dibuat menarik (menurut penulis he..he..) biar kamu-kamu nyempetin untuk ngebaca pa yang ditulis oleh penulis ini. Jangan- jangan mau ngelarang pacaran ya….. ??? Oh gfak prend, cuman nyampein pandangan Islam tentang pacaran kok. Kata orang sih pacaran adalah kontak sosial antara laki- laki dan perempuan dalam satu ikatan dengan tujuan untuk menikah dan ntu pun dianggap wajar n cuman perkembangan psikis. Hmm…m.. bener nggak yaa ? Tapi kok banyak yang pacaran terus putus tu npa yaa ???. Apa itu namanya pacaran yaaa ?? Pacaran tu sbenernya paan sih ?? Nggak teu yaa ? Yukk….

Apa sih maksud judul di atas tuh ? Kok pake’ kata- kata pacaran segala sih ? Emang prend, judul di atas dibuat menarik (menurut penulis he..he..) biar kamu-kamu nyempetin untuk ngebaca pa yang ditulis oleh penulis ini. Jangan- jangan mau ngelarang pacaran ya….. ??? Oh gfak prend, cuman nyampein pandangan Islam tentang pacaran kok. Kata orang sih pacaran adalah kontak sosial antara laki- laki dan perempuan dalam satu ikatan dengan tujuan untuk menikah dan ntu pun dianggap wajar n cuman perkembangan psikis. Hmm…m.. bener nggak yaa ? Tapi kok banyak yang pacaran terus putus tu npa yaa ???. Apa itu namanya pacaran yaaa ?? Pacaran tu sbenernya paan sih ?? Nggak teu yaa ? Yukk….

So.. aku mesti nanya dulu neeh ama orang pinter (bukan dukun lhoo.. tapi pak ustadz). Katanya sih pacaran itu pintu gerbangnya zina. Yang paling lebar malahh… Coba pikir deh, nggak mungkin kan kalau pacaran cuman jadian doank tanpa pake apel. Trus kalo pake apel nggak mungkin kita selalu di rumah si cewek dengan ditemenin ortu ( ato muhrim lainnya). Pasti kita akan berpikir kreatip n kompetitip (kaya olimpiade aja…) untuk mencari tempat sepi. (biar bisa berduaan tuuhhh….) Katanya sih nggak romantis kalau di tempat rame ( wah kalo gitu kuburan bisa jadi alternatip donk). Nah kalau udah di tempat sepi bisa nggak kita cuman ngomong- ngomong biasa? Cepet ato lambat jurus tangan dewa akan dikeluarkan dari badan. Kemudian jurus mulut dewa, next jurus yang lainnya…… nggak tau deh. Nah kalo gitu jelas kan prend, kalo pacaran itu pintu gerbangnya zina yang terlebar. Yaa zina mata, zina tangan, zina mulut, dan yang paling terakhir zina beneran. Padahal Alloh SWT ngelarang kita supaya tidak ngedeketin zina.

Yah, namanya juga remaja jaman sekarang udah pada pinter nyari alasan. Katanya sih, kalau cinta bersemi di dada. Bikin derita pun terasa nikmat. Gula jawa terasa coklat, jauh di mata terasa dekat, dihantam terasa dipijat, asal jangan sampe sekarat. Weleh… weleh….Apa lagi mereka tuhh pake segala macem dalil biar pacaran ditolerir oleh Islam. Dilarang ama ortu pun nggak nurut karena punya dalil tadi. Jangan- jangan doeloe ortunya juga pacaran, maybe ? Lucunya lagi beberapa teman yang udah ato lagi terjangkit virus “DB” mengatakan kalo pacaran hanya buat motivasi biar giat belajar. Lagi pula Islam ngajarin untuk saling menyayangi dan mengasihi. Glodakk!!!! Waduh payah. Emang ada sih, perintah untuk saling menyayangi tapi hadis/ayat tentang larangan mendekati zina seperti berkhalwat, aktifitas yang bikin syahwat meningkat juga banyak. Malah lebih banyak.. Bukan begini prend kalau kita pacaran hanya untuk mrmotivasi kita belajar. Gimana seandainya waktu pas ulangan kita putus? Bisa ancur tuh nilai. Mendingan cinta Alloh SWT selain dapat pahala, kita termotivasi menjadi orang yang berilmu n dijamin anti putus plus plus berhadiah surga. Sedangkan ajaran untuk saling menyayangi bukannya kita harus pacaran tapi harus menyayangi, menghormati dan mambantu orang lain seperti saudara, tetangga, fakir miskin, anak yatim, orang jompo, dll sebatas tidak melanggar aturan syariat Islam yang lain. Makanya jangan ngartiin suatu ayat sesuai dengan kemauanmu sendiri kaya harus pacaran gituuu….

Oke prend skali lagi jauhi pacaran. Mumpung belon kecelakaan, naudzubillah mindzalik... Ingat pacaran membuka kesempatan bagi setan untuk menebar rayuan. Rayuan setan pastilah kejahatan. Kejahatan datang bukan hanya karena adanya niat aja. Tapi karena juga adanya kesempatan. WASPADALAH !!! WASPADALAH !!!


Read more...

ABG Cuma Bisa Hura - Hura

>> Jumat, Desember 05, 2008

Hua…ha…ha…ha!” tawa lepas itu sering terdengar di malam minggu, malam senin,
sampe malam selasa. Terutama pada jam-jam sibuk orang mencetin tombol remote
tv nyari channel hiburan malam. Ya, sekitar jam 7 maleman ke atas gitu deh.
Terkadang diselingi tawa nggak lepas, senyum dikulum, hingga cekikikan khas
kuntilanak. Iih…syereem! Asalnya dari para penikmat hiburan komedi televisi.
Mereka adalah komunitas baru yang behasil diciptakan oleh trans TV,
extravaganzaholic. Sapa tuh?

Extravaganzaholic adalah sejenis makhluk hidup yang doyan ketawa akibat
ketagihan hiburan khas Extravaganza. Sejak kehadirannya, variety show yang
menghadirkan komedi rasa baru ini kian populer di kalangan pemirsa tipi.
Semua terhibur dengan tingkah polah dan percakapan para penghuni dunia
extravaganza ini yang pada ngocol. Ada ‘Tato Rame’ Sudiro, Ronald ‘Si Raja
Teh’, Indra Birowo, Tieke, Virnie, Sogi, Mike, dan nggak boleh ketinggalan
kuncen planet ini, Aming/Amingwati yang sering kedapetan ‘bias gender’ saat
berakting. Hihihi…

Kini, kesuksesan ekstravaganza coba ditularkan produsennya pada generasi
penerusnya yang masih belia. Yup, planet Extravaganza mulai dihuni oleh
bintang-bintang muda yang tergabung dalam gank ekstravaganzabg. Mereka
adalah Nia Ramadani, Laudya Cintya Bella, Cecep Reza, Tities Saputra, Bobby
Muscar, Rafi Ahmad, Frans Indonesianus, Asha Shara dan Dhawiya Zaida.


Wajah-wajah baru di dunia hiburan ini mencoba ngikutin jejak kakek-nenek
moyangnya (Aming dkk). Dengan menghadirkan bintang tamu dan band-band idola
remaja, extravaganzabg pengen dapet tempat di hati remaja en remaji.
Sukseskah mereka? Tonton aja ndiri! (lho, kok malah nyaranin nih? Hehehe..)

Kreativitas juga punya batas
Banyak yang heran dengan kesuksesan hiburan khas Extravaganza. Lantaran
pemainnya bukan para pelawak murni atau mantan personel group lawak. Tapi
para aktor dan entertainer asli yang nggak ada bakat keturunan ngelawak
apalagi dikutuk jadi makhluk pengocok perut. Menurut M. Ikhsan, Pimpinan
Kreatif Extravaganza, “Kami mencoba memahami kultur industri televisi.
Mela¬kukan lompatan, mewujudkan berbagai inovasi, belajar memahami psikologi
penonton dan menang¬kap momen,” (Pikiran Rakyat, 24/07/06)

Bener sobat, kamu yang termasuk extravaganzaholic boleh acungi keempat
jempol kamu (sambil duduk biar nggak jatoh) dengan kreativitas hiburan yang
disajikan T-‘enggak’ (dalam bahasa jawa, ora=enggak hehehe... maaf ye Mas
Tora) Sudiro cs. Sketsa komedi yang menyajikan delapan sitkom dalam setiap
episodenya ini emang mujarab untuk ngobatin kejenuhan kita menghadapi
permasalahan hidup. Lawakannya merakyat abis. Tema-tema keseharian dikemas
dalam bodoran segar yang mengandalkan percakapan yang ngocol. Bukan cuma
improvisasi pemain atau lawakan fisik yang kurang santun (meski dikit-dikit
ada sih). Udah nggak zamannya, Bro!

Sayangnya, seperti kebanyakan tayangan entertaint, Extravaganza juga nggak
bisa lepas dari unsur bebas nilai. Celotehan dan adegan yang sering
diperagakan para pemainnya nggak sedikit yang nyerempet-nyerempet porno dan
cenderung vulgar. Kondisi ini diperparah dengan kostum seksi yang terbuka,
mini, dan full pressed body yang sering dipake para pemain wanitanya.
Hasilnya, nggak cuma memancing tawa penonton tapi juga imajinasi mereka.
Pik-tor tuh!

Sementara dalam extravaganzabg, meski skenario dan adegan yang vulgarnya
diperketat, kehidupan remaja yang kental dengan tawa, canda, dan hura-hura
tetep mendominasi dalam setiap episodenya. Kondisi ini kian melengkapi
hiburan-hiburan lain yang banyak menggiring remaja untuk menikmati hidup
dengan fun. Meski tertawa bikin kita bahagia dan baik untuk kesehatan, tapi
kalo hidup cuma diisi dengan ketawa bisa jontor dan tebel tuh bibir!
Hehehe.....

Nah sobat, kreativitas pekerja seni dalam menghibur kita emang itu yang kita
tunggu. Tapi nggak harus pake ngelanggar etika dan sopan santun dong.
Apalagi sampe bebas nilai. Tetep, pemirsa juga berhak dapetin hiburan dan
informasi yang mendidik. Sehingga media bisa menjadi sahabat kita. Betul?

Remaja wajib melek media
Dirut Trans TV, Ishadi SK, mengingatkan kita untuk selalu menempatkan
televisi (broadcast) dalam dua posisi, yaitu sebagai “industri budaya” dan
sebagai “institusi bisnis”. Dalam melangkah di dua posisi itu, akan selalu
terjadi pertarungan antara dua kepentingan, yaitu antara idealisme dengan
realita bisnis. (Pikiran Rakyat, 21/09/05)

Kita boleh aja berharap informasi dan hiburan yang kita lahap tiap hari di
depan televisi bikin kita-kita pada pinter dan bermoral. Tapi kayaknya,
harapan itu ibarat pungguk merindukan bulan kalo kita ngeliat acara-acara
tivi sekarang. Seperti yang dituturkan Anggota Komisi Penyiaran Indonesia
Daerah (KPID) Jawa Barat, Dian Wardiana Sjuchro, di televisi banyak
kekerasan, seks, jurnalisme menyimpang, takhayul, dan mistik. Malah menurut
psikolog Afra Hafny Noer, materi seksual lebih banyak diekspos daripada
(unsur) pendidikannya (Pikiran Rakyat, 21/09/05)

Parahnya, ‘ideologi rating’ yang dijadikan acuan pengelola tv sering
menendang idealisme mereka untuk mencerdaskan pemirsa. Mereka jadi sibuk
nyari dan bikin acara yang ber-rating tinggi dan menyerap iklan banyak meski
mengorbankan tanggung jawab moralnya kepada masyarakat. Weleh-weleh, kalo
kita nggak kritis bisa jadi musuh dalam selimut kehadiran kotak ajaib alias
televisi di rumah kita. Iya kan?

Tengok aja, tayangan yang umumnya disajikan bagi remaja isinya cuma ngupas
persoalan percintaan yang cenderung mengarah pada seks bebas, keputusasaan
karena ditinggal pacar, transaksi cinta demi meraih materi, melawan orangtua
yang katanya “demi cinta”, hingga aborsi sebagai jalan keluar akibat
kehamilan yang tidak dikehendaki. Kemudian, persoalan pergaulan tidak luput
dari narkoba, dugem, bergaya hidup mewah, serta persoalan fashion yang
identik dengan tren pakaian-pakaian mini, ketat, aksesori-aksesori nan
mahal, ponsel canggih, hingga make up berlebihan. Yang penting trendy.
Yup, semuanya disajikan dengan vulgar nggak pake sensor. Akibatnya informasi
model gini bisa jadi inspirasi bagi penonton remaja yang masih menganut gaya
hidup copy-paste, nyontek abis seperti yang ada di televisi. Makanya kita
kudu ngeh dengan hiburan-hiburan yang disajikan media elektronik ini. Nggak
semua yang kita denger itu bener dan nggak semua yang kita lihat itu
bermanfaat. Catet tuh!

Remaja, sukanya hura-hura?
Kita berharap, tentu bukan anggukan kepala untuk menjawab pertanyaan di
atas. Namun, kita kudu berani akui kalo informasi dunia remaja yang hadir ke
permukaan via media massa justru banyak yang mengarah ke sana. Kita jadi
bertanya: “Kenapa sih nggak ada tayangan yang menggambarkan sosok remaja
yang kreatif di jalur yang benar, serius dalam belajar, gigih mencari ilmu,
dsb yang baik-baik?” Kenapa yang dihadirkan tuh yang kesannya hura-hura?
Padahal, nggak semua remaja gitu deh. Apakah ini ingin menggiring opini
bahwa remaja harus hura-hura, nyantai dan kesannya miskin idealisme?
Penelitian di Jakarta, Medan, Yogyakarta, Surabaya, dan Ujungpandang oleh
Gatra yang bekerja sama dengan Laboratorium Ilmu Politik, Fakultas Ilmu
Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia, turut menjawab pertanyaan di
atas. Hasil survei memperlihatkan, remaja Indonesia cenderung bersikap
apolitis dan apatis terhadap keadaan. Mereka lebih banyak memanfaatkan waktu
untuk berhura-hura ketimbang melakukan kegiatan positif. Lebih dari itu,
mereka bersikap permisif terhadap perilaku kebebasan seks.

Data lain menunjukkan, bahwa banyak teman remaja yang nggak terlalu tertarik
untuk memanfaatkan waktu dengan melakukan kegiatan-kegiatan positif, seperti
belajar atau membaca buku. Hampir 31% (246 orang) memilih mejeng di mal atau
pertokoan, berhura-hura, menenggak minuman keras, mengkonsumsi obat
terlarang, dan mementingkan kepuasan indrawi (hedonisme). (Gatra, 3/01/98).
Waduh, pegimane urusannya?

Emang nggak bisa dipukul rata hasil penelitian di atas untuk ngegambarin
potret remaja secara umum. Cuma masalahnya acara televisi yang disajikan
bagi remaja sekarang ini malah makin menguatkan hasil survei di atas. Dalam
sinetron remaja, ceritanya seputar cinta, cemburu, kasmaran, seks bebas,
yang dikemas dalam gaya hidup glamour.

Status sih boleh siswa berseragam sekolah, tapi perilakunya mencoreng nama
baik kaum terpelajar. Yang ditonjolin cuma dandanan modis dengan segala
aksesoris, hobi nge-dugem, atau mejeng di mal. Sementara kegiatan
belajar-mengajar, diskusi pelajaran sekolah, kreativitas dalam mempraktekkan
ilmu, semangat dalam belajar, rela berkorban dan saling menolong, atau
potret remaja idealis? Aha, kayaknya nggak ada dalam kamus tayangan-tayangan
remaja populer saat ini. Kasian deh ih!

Menjadi generasi cerdas islami
Sobat, indah banget ya kalo idealisme para pengelola tv itu nggak abis
digerogotin ‘ideologi rating’. Tentu program televisi yang menghibur dan
penuh manfaat dengan mudah kita nikmati. Kerinduan kita akan hadirnya cerita
remaja berkualitas semodel ACI atau Rumah Masa Depan di jaman baheula akan
segera terobati. Perbaikan potret buram para pelajar dengan menghadirkan
sosok-sosok siswa berprestasi yang pantang menyerah melawan keterbatasan
sarana dan prasarana pendidikan bisa jadi teladan. Atau sebuah kompetisi
intelektual yang dikemas dengan gaya populer untuk menghasilkan pelajar
berprestasi tentu menjadi nilai positif dari media untuk kita.

Selain itu, pembinaan untuk membentuk karakter dan pengenalan jati diri
remaja juga nggak boleh ketinggalan. Pihak media punya peranan besar dalam
hal ini jika mau sedikit peduli dengan memberikan informasi yang seimbang
terhadap rusaknya budaya populer yang lahir dari gaya hidup sekuler
masyarakat Barat. Agar pemirsa juga cerdas dan sekaligus islami. Baik pola
pikir, maupun pola sikap.

Kalo kita cuma ngisi hidup kita dengan hura-hura dijamin bakal sengsara
dunia-akhirat. Sebab hidup kita kan nggak jalan di tempat. Nggak selamanya
kita jadi remaja. Jika saatnya tiba dan Allah mengizinkan, kita bakal jadi
orangtua, berkeluarga, dan punya tanggungjawab yang harus kita pikul.
Kebayang dong kalo kondisi itu lalai kita siapkan dari sekarang selagi punya
kesempatan dan kekuatan di usia muda, masa depan kita bisa
amburadul...dul...dul!

Dan yang paling penting, kontrak hidup kita nggak selamanya diperpanjang.
Malaikat Izrail atas perintah Allah bisa ngecengin kita kapan aja dan di
mana saja. Karena itu, marilah kita menjadi generasi cerdas dan islami
seperti yang disabdakan Rasulullah saw: “Orang yang cerdas adalah orang yang
mampu menundukkan hawa nafsunya serta biasa beramal untuk bekal kehidupan
setelah mati. Sebaliknya, orang yang lemah adalah orang yang memperturutkan
hawa nafsunya, sementara dia berangan-angan kepada Allah.

Predikat generasi cerdas dan islami ini bisa kita raih kalo kita nggak
keberatan untuk mengenal ajaran Islam lebih dalam, memahaminya, dan
menjadikannya sebagai aturan hidup kita. Daripada banyak hura-hura mendingan
banyakin nyari pahala. Jadi, ngaji yuk?!


Read more...

10 Jawaban Mengatasi Bisikan Iblis


Ada sepuluh cara setidaknya, agar kita bisa menjawab godaan setan yang selalu ingin menjerumuskan kita ke jurang neraka. Cara praktis mengusir iblis dan bala tentaranya itu tertuang nasihat seorang ulama dalam dialog antara manusia dan iblis: 1. Jika ia datang kepadamu dan berkata:" Anakmu mati," katakan kepadanya : Sesungguhnya mahluk hidup diciptakan untuk mati, dan penggalan mdariku(putraku) akan masuk surga. Dan hal itu membuatku bahagia". 2. Jika ia datang kepadamu dan berkata:" Hartamu musnah," katakan kepadanya : "Segala puji bagi Allah Zat Yang Maha Memberi dan Mengambil, dan menggugurkan atasku kewajiban zakat." 3. Jika ia datang kepadamu dan berkata:" Orang-orang menzalimimu sedangkan kamu tidak menzalimi seorangpun." maka katakan kepadanya : "Siksaan akan menimpa orang-orang yang berbuat zalim dan tidak menimpa orang-orang yang berbuat kebajikan (Mukhsinin)". 4. Dan jika ia datang kepadamu dan berkata: "Betapa banyak kebaikanmu," dengan tujuan menjerumuskan untuk bangga diri(Ujub). Maka katakan kepadanya: "Kejelekan-kejelekanku jauh lebih banyak dari pada kebaikanku". 5. Dan jika ia datang kepadamu dan berkata:"Alangkah banyaknya shalatmu". Maka katakan : "Kelalaianku lebih banyak dibanding shalatku". 6. Dan jika ia datang dan berkata: "Betapa banyak kamu bersedekah kepada orang-orang". Maka katakan kepadanya: "Apa yang saya terima dari Allah jauh lebih banyak dari yang saya sedekahkan". 7. Dan jika ia berkata kepadamu : "Betapa banyak orang yang menzalimimu". Maka katakan kepadanya : "Orang-orang yang kuzalimi lebih banyak". 8. Dan jika ia berkata kepadamu : "Betapa banyak amalmu". Maka katakan kepadanya: "Betapa seringnya aku bermaksiat". 9. Dan jika ia datang kepadamu dan berkata: "Minumlah minuman-minuman keras!". Maka katakan : "Saya tidak akan mengerjakan maksiat". Dan jika ia datang kepadamu dan berkata: "Mengapa kamu tidak mencintai dunia?". Maka katakan : "Aku tidak mencintainya dan telah banyak orang lain yang tertipu olehnya".

Read more...

Pacaran pa nggak yaa???

Apakah perwujudan cinta itu hanya berarti kasmaran saja? Hmm...menurut salah seorang peneliti, cinta itu bisa berarti banyak, dan salah satunya memang bisa diartikan kasmaran dan kasih terhadap lawan jenis. Karena perasaan senang terhadap lawan jenis itu merupakan fitrah, berarti sah-sah aja dong, namun apakah sarananya harus pacaran?
Sarana yang terbaik adalah simpan rasa itu, tata dengan rapi dan ekspresikan dengan cara yang halal, yaitu menikah. Ehem...

Senang sama lawan jenis, boleh gak ya? Bukankah itu fitrah!
Ehm, siapa yang bilang nggak boleh? Tapi apakah sarananya harus pacaran?

EMOSI CINTA
Menurut para peneliti, yang dimuat Daniel Goleman dalam bukunya Emotional Intelligence, CINTA ADALAH SALAH SATU EMOSI YANG ADA PADA MANUSIA. Emosi cinta ini mengandung beberapa emosi lain seperti: penerimaan, persahabatan, kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat, hormat, kasmaran dan kasih.

Nah, dari emosi-emosi turunannya itu, jelas terlihat kalo PERWUJUDAN CINTA LEBIH LUAS SIFATNYA, BUKAN SEKEDAR KASMARAN SAJA. Persahabatan, penerimaan, kebaikan hati dsb bisa kita ekspresikan tanpa harus pacaran.

Tapikan, seorang laki-laki butuh perempuan, dan juga sebaliknya? Glek! (*smile*)
Jawabannya, memang iya sih! Namun, apakah lantas karena butuh itu kita jadi menerobos garis batas yang telah diatur Allah untuk menjaga kita?

WAJAR SAJA
Yap, wajar saja kalo kita senang dengan lawan jenis. Fitrah, betul itu! Tapi FITRAH BUKAN BERARTI HARUS DITURUTI SEHINGGA TAK TERKONTROL. KITA HARUS TETAP MENJAGA FITRAH AGAR TETAP MURNI DAN TAK TERKOTORI DENGAN NAFSU SESAAT. Cinta itu sendiri terbagi menjadi dua:

1. Cinta yang Syar'i
Cinta yang syar'i dasarnya adalah iman. Buka deh Q.S. 3:15, 52: 21 dan 3: 170.

2. Cinta yang Tidak Syar'i.
Sedangkan cinta yang tidak syar'i dasarnya adalah syahwat. Untuk yang ini silakan dibuka Q.S. 3:14, 80: 34-37, dan 43:67.

Kalau di stiker-stiker kamu sering baca: Cinta Allah, Rasul, dan jihad fi sabilillah, itu benar adanya. Urutan itulah yang utama. ALLAH MEMBENARKAN CINTA YANG SIFATNYA SYAHWATI seperti di Q.S. 3:14 (wanita/pria, anak, harta benda, dsb), SEBAB KECINTAAN YANG SIFATNYA SYAHWAT INI ADALAH TABIAT MANUSIA. Nah, KECINTAAN INILAH YANG PERLU DIKENDALIKAN.

Gimana cara mengendalikannya?

JAGALAH HATI
Ingat kisah Fatimah ra, putri Rasulullah saw? Setelah menikah dengan Ali bin Abi Thalib ra, Fatimah mengaku pernah menyukai seorang laki-laki. Ketika ditanya Ali, siapa laki-laki itu, Fatimah menjawab lelaki itu sebenarnya Ali sendiri (ehem!).

Bisa ditarik kesimpulan, sebenarnya sudah ada bibit cinta pada diri Fatimah terhadap Ali, tapi toh beliau nggak lantas jadi kasmaran dan mengekspresikan cintanya dengan suka-suka gue. Beliau simpan rasa itu, menatanya dengan rapi dan mengekspresikan saat memang sudah
halal untuk diekspresikan, yaitu saat telah menikah.

Aduh, jauh banget ya? Nggak juga kok, karena itulah kendalinya. Kalau belum siap menikah? Ya, jangan main api. Lebih baik 'main air' saja biar sejuk. Gimana 'main air'-nya?
Jaga pergaulan. Bukan berarti ngggak boleh gaul sama cowok, tapi JAGA PANDANGAN (bukan berarti nunduk terus).
Kalau menyukai lawan jenis, CUKUP SAMPAI TAHAP SIMPATI. Jaga hati. Kalau nggak tahan, jauhi diri dari orang yang kita sukai. Banyak-banyak puasa.
Banyak ikut kegiatan buat mengalihkan diri. Kurangi interaksi yang kurang jelas dengan lawan jenis. Tapi harap ingat, di setiap tempat kita pasti selalu bertemu dengan lawan jenis. Jadi SOLUSI UTAMA MEMANG MENJAGA DIRI.
Banyakin teman (yang sejenis lho) dan cobalah untuk terbuka dengan teman itu. Jadi kamu nggak merasa kesepian. Cuma AKAL-AKALAN SI SETAN KOK KALO KAMU MERASA PUNYA TEMAN COWOK LEBIH ENAK DARIPADA TEMEN CEWEK ATAU SEBALIKNYA. Ngibul tuh si setan!
Masih nggak kuat dan tetap ingin pacaran? Ya silakan saja. Tapi tanggung resikonya (kamu-kan sudah baligh). Harap diketahui, API NERAKA ITU PANAS, MESKI DI MUSIM HUJAN. DOSA BESAR ITU AWALNYA DARI KUMPULAN DOSA KECIL. Nah lho!


Read more...

BAGAIMANA PACARAN MENURUT ISLAM ?

>> Kamis, Desember 04, 2008


Bagaimana pandangan Ibnu Qoyyim tentang hal ini ? Kata Ibnu Qoyyim, " Hubungan intim tanpa pernikahan adalah haram dan merusak cinta. Malah, cinta diantara keduanya akan berakhir dengan sikap saling membenci dan bermusuhan. Karena bila keduanya telah merasakan kenikmatan dan cita rasa cinta, tidak boleh tidak akan timbul keinginan lain yang tidak diperoleh sebelumnya. "
" Bohong !" Itulah pandangan mereka guna membela hawa nafsunya yang dimurkai Allah, yakni berpacaran. Karena mereka telah tersosialisasi dengan keadaan seperti ini, seolah-olah mengharuskan adanya pacaran dengan bercintaan secara haram. Bahkan lebih dari itu mereka berani mengikrarkan, bahwa cinta yang dilahirkan bersama dengan sang pacar adalah cinta suci dan bukan cinta birahi. Hal ini didengung-dengungkan, dipublikasikan dalam segala bentuk media, entah cetak maupun elektronika. Entah yang legal maupun ilegal. Padahal yang diistilahkan kesucian dalam islam adalah bukanlah semata-mata kepemudaan, kegadisan dan selaput dara saja. Lebih dari itu, kesucian mata, telinga, hidung, tangan dan sekujur anggota tubuh, bahkan kesucian hati wajib dijaga. Zinanya mata adalah berpandangan dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya, zinanya hati adalah membayangkan dan menghayal, zinannya tangan adalah menyentuh tubuh wanita yang bukan muhrim. Dan pacaran adalah refleksi hubungan intim, dan merupakan ring empuk untuk memberi kesempatan terjadinya segala macam zina ini.
Rasulullah bersabda,
" Telah tertulis atas anak adam nasibnya dari hal zina. Akan bertemu dalam hidupnya, tak dapat tidak. Zinanya mata adalah melihat, zina telinga adalah mendengar, zina lidah adalah berkata, zina tangan adalah menyentuh, zina kaki adalah berjalan, zina hati adalah ingin dan berangan-angan. Dibenarkan hal ini oleh kelaminnya atau didustakannya."
Jika kita sejenak mau introspeksi diri dan mengkaji hadist ini dengan kepala dingin maka dapat dipastikan bahwa segala macam bentuk zina terjadi karena motivasi yang tinggi dari rasa tak pernah puas sebagai watak khas makhluk yang bernama manusia. Dan kapan saja, diman saja, perasaan tak pernah puas itu selalu memegang peranan. Seperti halnya dalam berpacaran ini. Pacaran adalah sebuah proses ketidakpuasan yang terus berlanjut untuk sebuah pembuktian cinta. Kita lihat secara umum tahapan dalam pacaran.
1. Perjumpaan pertama, yaitu perjumpan keduanya yang belum saling kenal. Kemudian berkenalan baik melalui perantara teman atau inisiatif sendiri. hasrat ingin berkenalan ini begitu menggebu karena dirasakan ada sifat2 yang menjadi sebab keduanya merasakan getaran yang lain dalam dada. Hubungan pun berlanjut, penilaian terhadap sang kenalan terasa begitu manis, pertama ia nilai dengan daya tarik fisik dan penampilannya, mata sebagai juri. Senyum pun mengiringi, kemudian tertegun akhirnya , akhirnya jantung berdebar, dan hati rindu menggelora. Pertanyaan yang timbul kemudaian adalah kata-kata pujian, kemudian ia tuliskan dalam buku diary, "Akankah ia mencintaiku." Bila bertemu ia akan pandang berlama-lama, ia akan puaskan rasa rindu dalam dadanya.
2. Pengungkapan diri dan pertalian, disinilah tahap ucapan I Love You, "Aku mencintaimu". Si Juliet akan sebagai penjual akan menawarkan cintanya dengan rasa malu, dan sang Romeo akan membelinya dengan, "I LOve You". Jika Juliet diam dengan tersipu dan tertunduk malu, maka sang Romeo pun telah cukup mengerti dengan sikap itu. Kesepakatan pun dibuat, ada ijin sang romeo untuk datang kerumah, "Apel Mingguan atau Wakuncar ". Kapan pun sang Romeo pengin datang maka pintu pun terbuka dan di sinilah mereka akan menumpahkan perasaan masing-masing, persoalanmu menjadi persoalannya, sedihmu menjadi sedihnya, sukamu menjadi riangnya, hatimu menjadi hatinya, bahkan jiwamu menjadi hidupnya. Sepakat pengin terus bersama, berjanji sehidup semati, berjanji sampai rumah tangga. Asyik dan syahdu.
3. Pembuktian, inilah sebuah pengungkapan diri, rasa cinta yang menggelora pada sang kekasih seakan tak mampu untuk menolak ajakan sang kekasih. " buktikan cintamu sayangku". Hal ini menjadikan perasaan masing-masing saling ketergantungan untuk memenuhi kebutuhan diantara keduanya. Bila sudah seperti ini ajakan ciuman bahkan bersenggama pun sulit untuk ditolak. Na'udzubillah
Begitulah akhirnya mereka berdua telah terjerumus dalam nafsu syahwat, tali-tali iblis telah mengikat. Mereka jadi terbiasa jalan berdua bergandengan tangan, canda gurau dengan cubit sayang, senyum tawa sambil bergelayutan, dan cium sayang melepas abang. Kunjungan kesatu, kedua, ketiga, keseratus, keseribu, dan yang tinggal sekarang adalah suasana usang, bosan, dan menjenuhkan percintaan . Segalanya telah diberikan sang juliet, Juliet pun menuntut sang Romeo bertanggung jawab ? Ternyata sang romeo pergi tanpa pesan walaupun datang dengan kesan. Sungguh malang nasib Juliet.
Wahai para Muslimah sadarlah akan lamunan kalian , bayang-bayang cinta yang suci, bukanlah dengan pacaran , cobalah pikirkan buat kamu muslimah yang masih bergelimang dengan pacaran atau kalian wahai pemuda yang suka gonta-ganti pacar. Cobalah jawab dengan hati jujur pertanyaan-pertanyaan berikut dan renungkan ! Kami tanya :
1. Apakah kamu dapat berlaku jujur tentang hal adegan yang pernah kamu kamu lakukan waktu pacaran dengan si A,B,C s/d Z kepada calon pasangan yang akan menjadi istri atau suami kamu yang sesungguhnya ? Kalau tidak kenapa kamu berani mengatakan, pacaran merupakan suatu bentuk pengenalan kepribadian antara dua insan yang saling jatuh cinta dengan dilandasi sikap saling percaya ? Sedangkan kenapa kepada calon pasangan hidup kamu yang sesungguhnya kamu berdusta ? Bukankah sikap keterbukaan merupakan salah satu kunci terbinanya keluarga sakinah?
2. Mengapa kamu pusing tujuh keliling untuk memutuskan seseorang menjadi pendamping hidupmu ? Apakah kamu takut mendapat pendamping yang setelah sekian kali pindah tangan ? " Aku ingin calon pendamping yang baik-baik" Kamu katakan seperti ini tapi mengapa kamu begitu gemar pacaran, hingga melahirkan korban baru yang siap pindah tangan dengan kondisi " Aku bukan calon pendamping yang baik" , bekas dari tanganmu, sungguh bekas tanganmu ?
3. Jika kamu disuruh memilih diantara dua calon pasangan hidup kamu antara yang satu pernah pacaran dan yang satu begitu teguh memegang syari'at agama, yang mana yang akan kamu pilih ? Tentu yang teguh dalam memegangi agama, ya Khan ? Tapi kenapa kamu berpacaran dengan yang lain sementara kamu menginginkan pendamping yang bersih ?
4. Bagaimana perasaan kamu jika mengetahui istri/ suami kamu sekarang punya nostalgia berpacaran yang sampai terjadi tidak suci lagi ? Tentu kecewa bukan kepalang. Tetapi mengapa sekarang kamu melakukan itu kepada orang yang itu akan menjadi pendamping hidup orang lain ?
5. Kalaupun istri/suami kamu sekarang mau membuka mulut tentang nostalgia berpacaran sebelum menikah dengan kamu. Apakah kamu percaya jika dia bilang kala itu kami berdua hanya bicara biasa-biasa saja dan tidak saling bersentuhan tangan ? Kalau tidak kenapa ketika pacaran bersentuhan tangan dan berciuman kamu bilang sebagai bumbu penyedap ?
6. Jika kamu nantinya sudah punya anak apakah rela punya anak yang telah ternoda ? Kalau tidak kenapa kamu tega menyeret Ortu kamu ke dalam neraka Api Allah ? Kamu tuntut mereka di hadapan Allah karena tidak melarang kamu berpacaran dan tidak menganjurkan kamu untuk segera menikah.
Karena itu wahai muslimah dan kalian para pemuda kembalilah ke fitrah semula. Fitrah yang telah menjadi sunattullah, tidak satupun yang lari daripadanya melainkan akan binasa dan hancur.
Inti dari pembahasan ini adalah "PACARAN ITU HARAM


Read more...

  © Free Blogger Templates Joy by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP